logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 NASIONAL
Line

Totok Darah Ramaikan Stan Suara Merdeka


TOTOK NAGA: Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memanfaatkan jasa Ashiong, ahli totok dari Teluk Naga, Tangerang, yang membuka pelayanan di stan Suara Merdeka, Minggu (5/6). Sedikitnya 300 pengunjung stan memanfaatkan pengobatan alternatif tersebut.(30v)

JAKARTA - Totok darah yang disediakan oleh stan Suara Merdeka dalam pameran Industri Pers ternyata mengundang antusiasme tersendiri bagi para pengunjung. Sampai hari terakhir pameran, pengunjung masih setia mengantre untuk di totok darah sekaligus mendapat suvenir cantik dari korannya Jawa Tengah ini. Sukses dengan penampilan pembuatan kaligrafi China dan konsultasi astrologi Jawa, menu utama yang disajikan kemarin adalah totokan ala Ashiong. Tak kurang dari tokoh seperti Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kemarin telah memanfaatkan jasa Ashiong tersebut. Kendati ketika dipijit Sutiyoso nampak meringis menahan rasa sakit, namun dia mengaku setelah ditotok terasa lebih segar.

Menurut sinshe Ashiong yang sejak hari pertama sudah menotok sekitar 300 pengunjung, pengobatan alternatif yang disajikannya itu menggunakan metode pengobatan dengan pendekatan holistik.

''Artinya, pengobatan ini melihat seseorang secara menyeluruh. Bukan sekadar fisiknya saja, melainkan jiwa, raga dan peran sosialnya,'' kata ahli totok dari Teluk Naga, Tangerang itu.

Dikatakan, manusia memiliki titik-titik saraf yang tersebar di seluruh tubuh. Jika diantaranya ada yang menyumbat, akan mengakibatkan penyakit bagi seseorang. Agar penyumbatan bisa kembali normal dan lancar, titik-titik saraf dalam tubuh harus di tekan atau di totok.

Menurut pria yang belajar empat tahun sebelum akhirnya membuka praktek itu, inti dari totok saraf adalah memperlancar peredaran darah serta mengembalikan fungsi-fungsi vital dalam organ tubuh seseorang yang rusak, sehingga setelah menjalankan terapi totok saraf reaksinya dapat langsung dirasakan.

Setiap pasien yang datang ke tempatnya belum terdeteksi kondisinya, sebelum pasien itu menjalani proses totok tubuh yang berlangsung selama lima menit tersebut. ''Saya selalu mengedepankan pentingnya kelancaran peredaran darah, karena ini diperlukan agar darah berjalan sesuai dengan fungsinya sebagai asupan nutrisi bagi tubuh manusia,'' ujarnya.

Pria yang berusia 64 tahun dan terlihat bugar itu lebih lanjut menjelaskan, masyarakat Indonesia yang memanfaatkan jasa pengobatan alternatif/komplementer ini mencapai 40-50%. Salah satu alasan pasien berobat alternatif adalah karena murahnya biaya yang harus dikeluarkan dibanding jika harus datang ke dokter.(sas-49v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA