| Senin, 06 Juni 2005 | SEMARANG |
Menyukai Tugas LapanganKEINGINAN memperjuangkan aspirasi rakyat, mungkin terpatri pada diri semua anggota DPRD Kabupaten Demak. Hanya saja, cara merealisasikannya memang berbeda-beda. Hal itu seperti diakui Maskuri SAg, Wakil Ketua Komisi C DPRD Demak. Pria berusia 34 tahun itu mengaku lebih suka mendengarkan aspirasi rakyat langsung di lapangan. Kalaupun ada aspirasi yang disampaikan di kantor DPRD, pihaknya akan langsung melihat realitas di lapangan bersama para pembawa aspirasi tersebut. Sebagai contoh, ketika anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa ini menerima pengaduan warga Karangawen yang mempersoalkan pembangunan tower. Seusai menyerap aspirasi itu, pihaknya bersama anggota Komisi C DPRD lainnya langsung menuju ke lokasi itu. "Dengan melihat langsung, kami bisa mendapatkan data valid. Selain itu juga mendekatkan diri pada rakyat dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Setidaknya kami bisa berbagi pikiran untuk mencarikan solusi terbaik," tutur suami Ni'matul Hayati SKep ini. Maskuri menambahkan, saat menerima aspirasi warga Dusun Rejosari Senik, Kecamatan Sayung yang meminta bedol dusun, pihaknya langsung merespons dengan kunjungan kerja ke lapangan. Meski hanya bersama seorang anggota Komisi C Fahrudin Bisri Slamet, bapak satu anak ini tidak surut dan tetap melihat langsung persoalan yang dihadapi warga. "Bukan hanya saya yang menyetujui mereka bedol dusun. Semua pihak bisa menerima keinginan warga. Sebab kondisi dusun itu tidak layak huni. Tak satu pun rumah warga yang terhindar air rob." Selain di lapangan, Maskuri juga menyukai tugas kedewanan yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Kerja lapangan seperti itu diakuinya dapat memperkaya wawasan untuk mendapatkan formula pemecahan berbagai persoalan yang terjadi. "Bukankah hidup ini untuk menyelesaikan persoalan. Prinsip saya, kalau ada persoalan segera diselesaikan dan jangan lari," tutur alumnus IAIN Walisongo Semarang ini. (Hasan Hamid-56m) |