logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 SEMARANG
Line

Masykur-Arifin Batal Daftar Hari Minggu

UNGARAN - Pasangan H Masykur dan dokter Ahmad Arifin yang berencana mendaftar diri sebagai calon bupati dan wakil bupati di KPU Kabupaten Semarang pada Minggu (5/6), ternyata tidak datang. Padahal petugas KPU beserta tim penerima berkas persyaratan cabup-cawabup sudah menunggu pasangan calon yang diusung oleh koalisi PKS dan Partai Demokrat itu sejak pukul 08.30.

Ketua KPUD Ir Budy Satriyo menjelaskan, pada awalnya pasangan cabup hasil konvensi Koalisi Pembaharuan itu menjadwalkan pendaftaran pada Senin (6/6) ini. "Karena bersamaan waktunya dengan pendaftaran pasangan Saryono-Purwidodo (Partai Golkar-Red) maka kami menawarkan pada mereka hari Minggu. Mereka pun (Masykur-Arifin) menyatakan sepakat," kata dia, kemarin.

Selain Budy Satriyo, tiga anggota KPUD Drs Abdullah Fakih, Dra Siti Mahmudah, dan Dra Rochani serta Ketua Panwas Pilkada Nuswantoro Dwiwarno SH juga menunggu cabup-cawabup di kantor KPUD hingga pukul 10.00, kemarin.

Budy lalu mengonfirmasikan kepastian kedatangan pasangan itu. "Saya menghubungi Pak Masykur pukul 09.00. Melalui telepon dia membatalkan rencananya datang ke KPU tanpa alasan yang belum dimengerti," terang Budy Satriyo. Menurutnya, Masykur memutuskan untuk mendaftar pada Senin (6/6).

Wakil Bendahara DPC Partai Demokrat (PD) Tuty Suryanti SH mengatakan, hal itu disebabkan masih ada urusan adminstrasi PD yang belum lengkap. "Selain itu, mendaftar pada Minggu mungkin tidak terlalu nyaman karena bersamaan dengan hari libur. Senin ini kami siap mengantar pasangan calon dan mendaftar pada Senin, gaungnya agak ramai daripada Minggu," tuturnya, kemarin.

Adapun duet Saryono-Purwidodo berdasar informasi dari KPUD juga akan mendaftar hari ini, setelah pukul 12.00. Anggota KPUD Drs Abdullah Fakih MPd mengaku agak kecewa dengan pembatalan pendaftaran tersebut. "Kami sudah meminta PNS yang bertugas sebagai tim pemberkasan agar datang di KPUD pada Minggu. Padahal seharusnya mereka libur," ujarnya.

Tim Pemenangan

Sementara itu, PKS membentuk tim pemenangan pilkada yang dihadiri sekitar 200 kader, khususnya memenangkan pasangan Masykur-Arifin. Ketua DPC PKS Parjono mengatakan, tim tersebut akan diturunkan ke desa-desa untuk merangkul para generasi muda.

Ketua DPD PKS Jateng Muhammad Haris menjelaskan, tim tersebut sebagai gerakan moral antikorupsi di Bumi Serasi. "Pada dasarnya, kami ingin mewujudkan Kabupaten Semarang yang bersih dari praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)," tandasnya.

Pihaknya juga merangkul keluarga besar NU, termasuk Ansor dan para ulama kharismatik di Kabupaten Semarang. (H14-56m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA