logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 SEMARANG
Line

Dianggap sebagai Politikus

OLEH sejumlah koleganya, Sekretaris Pusat Studi Wanita (PSW) Unnes Dr Tri Marhaeni Pudji Astuti MHum acap dianggap sebagai politikus juga. Mungkin, itu karena dia berkarib dengan mantan ibu negara, Sinta Nuriyah, istri deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Abdurrahman Wahid. Ya, sejak 2002 pemegang gelar magister kajian wanita UI itu bergabung sebagai peneliti pada Yayasan Puan Amal Hayati, yang diketuai Sinta Nuriyah.

''Kebetulan Bu Sinta (Sinta Nuriyah-Red) adalah teman kuliah saya waktu di Program Magister Kajian Wanita UI. Begitu juga, banyak aktivis PKB yang saya kenal baik. Tapi, sungguh, sejauh ini saya lebih menikmati profesi sebagai guru ketimbang politikus,'' ujar Marhaeni, saat Suara Merdeka bersambang ke kantornya di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes, Jumat (3/6).

Tak kurang Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof Dr Abu Su'ud, yang bertemu dengannya siang itu langsung menanyakan perkembangan PKB kepadanya. Tentu saja, perempuan kelahiran Grobogan 9 Juni 1965 itu cuma menanggapi dengan senyum.

''Keterlibatan saya di Puan Amal Hayati memang membuat banyak orang salah duga. Dikira saya aktif di partai itu,'' imbuhnya.

Lantas, dia bercerita panjang lebar soal perkawanannya dengan sejumlah politikus PKB. Diceritakannya juga, soal tawaran baginya untuk menjadi caleg DPR dari partai berlambang bintang sembilan itu.

''Bu Sinta sendiri yang mengambilkan formulir pencalonan saya menjadi anggota DPRD. Tapi sampai hari ini, saya masih cinta betul kepada profesi sebagai pengajar,'' kilahnya.

Antropologi Gender

Ya, sampai hari ini mantan guru SMA itu tercatat sebagai dosen di jurusan Sosiologi Antropologi FIS Unnes. Pada semester genap 2004/2005 ini, dia mengajar 11 mata kuliah, termasuk antropologi gender yang menjadi bidang keahliannya.

Pekan lalu, ibu tiga putra dari pernikahannya dengan Ir Wastono itu baru saja diwisuda sebagai doktor antropologi di UGM Yogyakarta. Hebatnya, doktor ke-638 dari UGM itu diwisuda dengan predikat cum laude.

Kesibukan mengajar itu, tak menyurutkan minatnya pada aktivitas lembaga sosial masyarakat (LSM), yang memang diakrabinya sejak lama.

Selain di Puan Amal Hayati, Marhaeni juga tercatat sebagai peneliti di Lembaga Pengkajian dan Sumber Daya Pembangunan (LPSPP).

Belum lama ini, bersama PD I FIS Unnes, Drs Masrukhi MPd, dia merintis LSM Purgatorio yang bergerak pada bidang pemberdayaan masyarakat dan perempuan.

''Ya, tak jauh-jauh dari minat dan keahlian saya, soal kajian wanita. Sampai hari ini, masih banyak hal menarik dalam kaitannya dengan gender. Pasalnya, pandangan masyarakat yang bias terhadap gender belum banyak berubah,'' paparnya.(Achiar M Permana-50a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA