| Senin, 06 Juni 2005 | BANYUMAS |
Ditemukan Mortir di SungaiPURWOKERTO - Mortir aktif sebesar jantung pisang Sabtu (4/6) sekitar pukul 13.00 ditemukan di pemandian umum Sungai Tanpuan, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara. Benda yang bisa meledak sewaktu-waktu itu ditawarkan oleh seseorang tak dikenal sebagai barang antik. Orang yang kali pertama ditawari barang antik itu adalah Fardia Rachman (25) warga Kober, Kecamatan Purwokerto Barat. Siang itu ia bertemu dengan seorang lelaki tak dikenal di sungai Tampuan. Kepada pria asal Kober, lelaki yang belum dikenalnya menyebutkan, kalau mau barang antik bisa dicari di dasar kedung sungai yang biasa untuk mandi. Tawaran tersebut tak ditanggapinya karena dikira hanya bualan saja. Akan tetapi setelah lelaki tak dikenal itu pergi, Fardia menjadi penasaran. Ia menjadi terus bertanya-tanya, apa benar di dasar sungai yang menjadi tempat pemandian umum ada barang antik. Terdorong rasa penasarannya itu, akhirnya pria asal Kober itu menceritakannya kepada temannya, Ramelan (26) warga yang tinggal di Perumahan Griya Satria Bancarkembar. Kedua lelaki itu pun kembali ke kedung sungai dan mencari barang antik sebagaimana disebut orang yang tak dikenalnya. Setelah dicari di dalam kedung, barang antik itu ternyata berupa mortir yang masih aktif. Diamankan Betapa terkejutnya dua lelaki itu. Ketika tahu yang ditemukan berupa mortir, keduanya langsung naik ke darat dan tak berani mengambil mortir tersebut. Barang yang masih bisa meledak sewaktu-waktu itu ditinggalkan di dasar sungai. Penemuan tersebut langsung dilaporkannya ke Polres Banyumas. Kepala jaga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Banyumas Ipda Kusnadi yang menerima laporan itu langsung menuju ke lokasi bersama beberapa anggotanya. Sesampainya di lokasi, anggota Polres Banyumas diberi tahu lokasi mortir yang ada di dasar sungai. Setelah dicari beberapa saat, mortir ditemukan. Mortir berukuran panjang 33 cm dan diameter tujuh cm itu kemudian dibawa ke Polres Banyumas untuk diamankan. ''Melihat kondisinya, mortir itu sudah berusia puluhan tahun. Darimana asal usulnya belum diketahuhi. Yang jelas mortir itu masih aktif,'' kata Kusnadi di lokasi. (G23-16d) |