logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 BANYUMAS
Line

''Baru Ujian Lokal Saya Sudah Cemas, Apalagi...''

BISA kuliah di Unsoed Purwokerto dengan SPP yang masih murah merupakan impian Dara Surya (18), dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Maka, dia bersama rombongan 10 orang dari SMA Negeri Tasik, mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) lokal untuk program S1 di kampus itu, Sabtu (4/6) lalu.

Sebenarnya di daerah juga diselenggarakan ujian yang sama dari Unsoed. Sebab untuk SPMB lokal, kampus ini melaksanakan di enam lokasi, yakni Purwokerto, Cirebon, Tegal, Tasikmalaya, Ciamis, dan Gombong (Kebumen).

Surya mengatakan, dirinya lebih yakin kalau mengikuti di Purwokerto. Sebab, sekalian bisa melihat kondisi kampusnya. Tingkat kompetisi juga akan lebih kelihatan, karena jumlah pendaftar paling banyak.

''Saya berharap bisa diterima di Fakultas Ekonomi jurusan manajemen,'' ujarnya.

Kalau Elin, teman sekelas Surya memilih Fakultas Hukum Unsoed. ''Saya pikir peluang kerja sarjana hukum masih terbuka lebar, maka saya pilih jurusan hukum,'' ujar gadis bertubuh besar ini.

Lalu bagaimana peluang orang-orang dari Jawa Barat itu bisa diterima di Unsoed? ''Kalau saya optimistis,'' kata Farah yang mengambil jurusan akutansi sambil menambahkan, ''Saya bisa mengerjakan soal matematika dasar, meskipun agak sulit.''

Jika Farah merasa soal matematika dasar agak sulit, lain lagi cerita Dara. ''Soalnya memang sulit, tetapi saya bisa menggarap soal itu dengan baik. Namun harus berpikir keras.''

Rupanya bukan hanya calon mahasiswa dari Tasikmalaya yang mengaku soal matematika dasar itu sulit. ''Saya merasa soal ini sulit banget, lebih sulit dari soal ujian sekolah,'' ungkap Anis, dari SMA 3 Purwokerto.

Bisa Mengerjakan

Anis berharap bisa diterima di Fakultas Ekonomi jurusan manajemen. Dia dan tujuh orang temannya memburu Fakultas Ekonomi, karena berharap tidak akan kesulitan masuk bursa lapangan kerja bila nanti sudah tamat.

''Jika SPMB lokal gagal, kan masih ada UMPTN, nonreguler, dan program D3,'' tuturnya.

Bagaimana soal IPS dan bahasa Indonesia? ''Untuk dua mata ujian itu saya bisa mengerjakannya dengan cepat, dan saya yakin benar semua,'' ujar Farah.

Nada optimistis juga diungkapkan Anis. ''Bagi saya tidak terlalu sulit, juga tidak terlalu mudah,'' ujarnya.

Kendati sebagian peserta SPMB lokal bernada optimistis bisa diterima, mereka tetap mengaku gelisah sebelum melihat hasil akhir nanti. Pengumuman akan dilakukan 10 Juni mendatang. ''Kalau belum melihat pengumuman, saya belum tenang. Baru mengikuti ujian lokal saya sudah cemas, apalagi UMPTN nanti kalau di SPMB ini nggak diterima?'' papar Dara.

Perjuangan menembus perguruan tinggi negeri setiap tahunnya memang menjadi cerita tersendiri kalangan pelajar SMA/SMK yang baru lulus, termasuk mereka yang gagal di tahun-tahun sebelumnya. Setelah lepas dari beban berat mengikuti ujian nasional (UN), selang beberapa waktu kemudian mereka kembali mempersiapkan materi untuk berlomba masuk ke PTN yang menawarkan berbagai model seleksi.

''Belajarnya maraton. Baru selesai ujian sekolah sekarang harus menyiapkan untuk ke PTN. Capai sih, tapi demi impian ya harus saya jalani. Bersusah-susah dulu siapa tahu bisa lolos. Kalau diterima baru nanti syukuran,'' kata Sinta, peserta dari Cilacap yang mengambil program bahasa Inggris.

Sebelum melirik ke kampus swasta, calon mahasiswa-mahasiswa baru itu akan berjuang ''habis-habisan'' dulu menembus ke PTN. Berbagai jalur yang ditawarkan selalu diburu. Misalnya, Unsoed membuka lima jalur yakni PPSB (program penjaringan siswa berprestasi), SPMB lokal S1/D3, UMPTN, dan nonreguler (ekstensi). Yang sudah dimulai adalah PPSB dan SPMB lokal. Dua jalur itu ternyata juga mempunyai animo begitu besar.(Agus Wahyudi, Khoerudin Islam16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA