| Senin, 06 Juni 2005 | BANYUMAS |
Cair, Dana Bantuan Operasional
PURWOKERTO- Bantuan dana operasional yang dijanjikan pemerintah pusat dan provinsi untuk penyelenggaraan ujian nasional (UN) bagi siswa SMP/MTs dan ujian akhir sekolah (UAS) bagi siswa SD/MI di Banyumas, telah cair. Bantuan untuk siswa SMP/MTs dibagikan mulai Senin (6/6) ini, bersamaan awal pelaksanaan ujian nasional dan UAS. Ujian hingga Rabu (8/6). Untuk SD, dana diserahkan kepada unit pelaksana kecamatan (UPK) di kantor dinas pendidikan cabang/kecamatan, Kamis (2/6) lalu. Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Drs Seotjipto DS kemarin mengatakan, bantuan untuk siswa SMP/MTs berasal dari pemerintah pusat. Nilainya Rp 25.570/siswa, namun didistribusikan untuk kegiatan operasional panitia di rayon/kabupaten Rp 4.470 dan panitia subrayon Rp 3.600. Jumlah yang diterima setiap siswa Rp 17.500. Bantuan untuk siswa SD/MI berasal dari pemerintah provinsi, masing-masing Rp 15.000. ''Bantuan itu untuk biaya penyelenggaraan ujian, seperti honor guru/panitia, pengambilan dan pengembalian naskah, transportasi, dan koreksi soal. Naskah gratis, ditanggung pemerintah.'' Siswa SMP Luar Biasa (LB) juga mendapat bantuan, Rp 750/ siswa. Di Banyumas ada dua SMP LB, yakni Kuncup Mas di Banyumas dan Tanjung di Purwokerto. Dikembalikan Setelah bantuan cair, kata Soetijpto, dana yang telanjur ditarik dari siswa SD/MI harus dikembalikan. Bila dialihkan untuk kegiatan lain, seperti perpisahan, kenang-kenangan, dan administrasi menjelang akhir sekolah, harus dikoordinasikan dengan orang tua siswa dan komite sekolah. Dia tidak menyangkal, biasanya dana yang telanjur ditarik maka sulit dikembalikan. ''Karena itu, media (wartawan) harus ikut mengawasi apakah bantuan yang kami salurkan diterima atau belum. Termasuk yang telanjur menarik bantuan apakah mengembalikan ke siswa. Kalau ada yang janggal, laporkan ke kami atau dinas pendidikan kecamatan.'' Data di dinas itu menyebutkan, jumlah peserta UN SMP/MTs 2004/2005 ada 22.480 siswa. Mereka tersebar di 11 subrayon. Delapan subrayon SMP negeri, swasta, dan terbuka, tiga MTs. Siswa SD/MI yang mengikuti ujian sekitar 28.000, sedangkan panitia dari dinas pendidikan masing-masing kecamatan. Termasuk pembuatan soal. Kepala Dinas menjamin tak akan terjadi kebocoran soal. Untuk soal UN, Sabtu (4/6) diambil dari Semarang. Hingga kemarin telah dibagikan ke subrayon. Tempat penyimpanan soal dijaga 24 jam oleh polisi dan petugas dinas. Menanggapi soal ketelanjuran penarikan dana, di tempat terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Banyumas LPAS Widyaningrum menyatakan seharusnya dinas pendidikan mengantisipasi sejak awal. Yaitu dengan sosialisasi ke sekolah mengenai rencana bantuan biaya dari pemerintah, yang pasti keluar. Menurutnya, setelah ada info soal penarikan biaya UAS, pihaknya mengecek ke SD di beberapa kecamatan, seperti Kembaran dan Kedungbanteng. Ada pengelola sekolah yang tak tahu rencana bantuan itu, sehingga telanjur menarik iuran. Sekarang dana jelas cair, tetapi dia mendapat laporan baru bahwa sebagian kecil sekolah mengembalikan dana ke siswa. ''Saya mengimbau komite sekolah agar tegas dan seharusnya lebih berpihak kepada orang tua.'' (G22,bd-16s) |