| Kamis, 02 Juni 2005 | OLAHRAGA |
Atlet IB Harus Sukses di SEAGJAKARTA - Setiap atlet Indonesia Bangkit yang gagal mendulang prestasi pada SEA Games di Manila pada November mendatang bakal tergusur dalam squad program pelatnas jangka panjang tersebut. Hal ini setidaknya diisaratkan oleh Ketua Program Indonesia Bangkit Mayjen Marinir (Purn) Djoko Pramono di Jakarta kemarin. "'Karena program ini adalah berkelanjutan, maka tidak sembarangan atlet bisa masuk. Mereka harus mengikuti tahapan dan pelatihan yang khusus. Jika mereka gagal berarti mereka tidak layak duduk diprogram ini," ujar Djoko usai evaluasi laporan perkembangan program IB dalam satu tahun sejak 1 April 2004 sampai dengan 1 April 2005. Dia menyatakan, pihaknya akan mengirimkan para atlet berlatih di luar negeri bila mencapai prestasi maksimal di SEA Games 2005. Program ini tidak hanya pelatihan saja. Setiap atlet Indonesia juga akan mengikuti berbagai event. Hal ini dimaksudkan sebagai pelatnas berkelanjutan dan jangka panjang untuk even lainnya. Dari 12 cabang yang masuk dalam program IB yakni angkat besi, atletik, balap sepeda, bulutangkis, catur, karate, layar, menembak, panahan, taekwondo, tenis dan layar, berdasarkan hasil evaluasi, peningkatan prestasi balap sepeda menjadi cabang yang terbaik. Sedang atletik menjadi cabang yang paling amburadul. "Kita evaluasi semuanya beradasarkan program pembinaan dan prestasi mereka dibeberapa event,î kata Djoko Pramono. Dikatakan Djoko enam cabang sudah menyanggupi akan memberikan medali, yakni angkat besi, atletik, karate, menembak, panahan dan tennis. KONI telah menetapkan 36 cabang yang akan turun di Manila. Jumlah atlet Merah Putih adalah 461 atlet putra dan 336 atlet putri. "Mereka semua diharapkan bisa memberikan medali bagi negeri ini. Saya ingin posisi kita bisa lebih meningkat di Manila," katanya.(D3-28) |