logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 OLAHRAGA
Line

PSIS Yunior Dikurangi Tiga Poin

SEMARANG-Komisi Disiplin (Komdis) Pengda PSSI Jateng akhirnya menjatuhkan sanksi kepada PSIS Yunior yang tidak hadir dalam pertandingan usiran lawan Apacinti Yunior pada Sabtu lalu (28/5) di Stadion Kridanggo Salatiga.

Tim asuhan Ashadi itu mendapat pengurangan tiga poin kemenangan dari pengumpulan nilai yang diperoleh di pertandingan sebelumnya. Meski demikian, PSIS Yr dipastikan tetap lolos ke babak regional Jawa.

Hukuman tersebut tertuang dalam keputusan No 08/Komdis/JT/VI/2005 tanggal 1 Juni 2005 yang ditandatangani oleh ketuanya, Ucok Kuncoro, SH. Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar Rabu siang kemarin di Salatiga.

''Jika poin terakhir PSIS Yunior 9, setelah dikurangi 3 poin, maka sekarang tinggal 6. Dengan jumlah nilai sebesar itu mereka tetap lolos ke babak berikutnya,'' tegas Ucok.

Selain dikurangi tiga poin, sanksi lain yang dijatuhkan Komdis adalah denda Rp 5 juta dan dilarang menjadi tuan rumah selama satu kali pertandingan tanpa disaksikan penonton. Keputusan lainnya adalah menegaskan hasil pertandingan yang dibuat wasit dan pengawas pertandingan, yaitu Apacinti Yr menang WO 4-0.

Satu Kesatuan

''Sanksi yang kami berikan merupakan satu kesatuan dengan kejadian-kejadian lain, seperti kasus kerusuhan penonton di Stadion Citarum saat PSIS Yr menjamu Apacinti Yr lalu,'' terangnya.

Dia mengakui hukuman tersebut memang cukup berat. Pihaknya ingin pelanggaran yang terjadi tidak ditiru oleh tim-tim lainnya.

Paling tidak, tim-tim lain tidak meremehkan keputusan yang sudah dibuat oleh Komdis. Jika PSIS Yr tidak puas dengan keputusan tersebut, Ucok memberi waktu tiga hari untuk mengajukan banding.

''Jika ingin banding, kami persilahkan. Itu hak meraka. Kami hanya memberi waktu tiga hari,'' katanya.

Pelatih PSIS Yr Ashadi hingga semalam tidak bisa dihubungi. Sedangkan Sekum PSIS Prijo Anggoro menyatakan dapat menerima keputusan tersebut, mengingat timnya tetap lolos ke babak berikutnya. Hanya, dia menyanyangkan keputusan Komdis yang tidak memperbolehkan menjadi tuan rumah sekali.

''Jika keputusannya seperti itu, kami bisa menerimanya. Namun, keputusan tentang tidak diperbolehkannya menjadi tuan rumah itu yang masih kami pertanyakan,'' ujarnya.

Meski sedikit tidak puas dengan keputusan tersebut, namun PSIS tidak mau berpolemik. Sebab, pihaknya tetap ingin menjalin hubungan yang hangat dengan tim-tim lain di Jateng, termasuk Apacinti.

''Kami lebih mengutamakan hubungan yang kondusif antartim di Jateng. Jadi, tidak akan mempermasalahkan keputusan tersebut,'' tandasnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA