logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

PO Ramayana Patas

Pada Minggu 15 Mei 2005 pukul 16.30 WIB saya beli karcis di Kios "Idola" Terminal Bus Magelang sebanyak 5 lembar @ Rp 12.000. Dari pertama membeli karcis, saya sudah ada perjanjian ada nomor kursi. Setelah saya bayar karcis, petugas menyuruh naik bus Patas Ramayana AA 1510 AB.

Di depan terminal Bus Magelang (dekat bangjo) ternyata mengecewakan karena tempat duduk banyak yang sudah terisi. Jadi saya bersama keluarga duduk dengan cara berpisah. "Ya tak apalah", yang penting aman sampai tujuan Semarang dengan selamat.

Apa yang terjadi, oknum kondektur jurusan ke Semarang ternyata mengelabuhi saya, karena kursi hanya ada 4 terpaksa ada yang duduk berdua. Apakah ini yang dinamakan bus Patas full AC , musik dan nyaman. Kecewa lagi si kondektur tidak mau mengganti 1 karcis seharga Rp 12 ribu. malahan menyalahkan kami sekeluarga.

M Arifin S

Jl Wahyu Temurun I/ 23 , Semarang

***

Juara WBA yang "WBA"

Kecenderungan warga Banyumas meninggalkan banyumasan memang tidak keliru.Kita cermati para penyiar radio di wilayah Banyumas dan sekitarnya, lebih gengsi berbahasa lu, gua, dong, deh agar berkesan metropolitan. Atau untuk sementara kalangan, berbahasa wetanan agar lebih priayi.

Banyumasan konon turunan langsung bahasa Jawa kuna, budaya yang tinggi nilainya, menunjukkan sikap berani apa adanya.Sayang sikap Apa Adanya, lugu diplesetkan sebagai lucu tur wagu, dianggap ndesani oleh generasi Banyumas modern dan ningrat masa kini.

Padahal lucu dan apa adanya memang bersahabat. Menyitir Gene Perret, kepala penulis lawakannya Bob Hope menulis, bahwa sense of humor itu menyangkut tiga keterampilan :

(1) to see things as they are, melihat sesuatu apa adanya, (2) to recognize things as they are, memahami/mengerti sesuatu apa adanya, dan (3) to accept things as they are, menerima sesuatu apa adanya.

Banyumasan bukan ba(ha)sa basi penuh kepalsuan yang menyimpan aneka ketidakjujuran, pamrih, semangat perbedaan kasta, dalam kemasan tatakrama yang disalahgunakan. Identitas Jateng yang pernah dipopulerkan, bukan dalam arti kesopanan, diukur hanya bila ewuh pakewuh dan sendika dawuh.Ini justru menyesatkan.

Kalau baru tinggal di Solo, Jakarta, Jogja beberapa saat tidak pede banyumasan, malu besar dengan orang Banyumas di Suriname yang meninggalkan tanah kelahirannya berabad lalu. Mereka sehari-hari berbahasa Prancis, Belanda, tetap bisa ngokoan dengan mantan Presiden Soeharto.

Simak juara dunia tinju kelas Bulu versi World Boxing Association, Chris John. Dalam setiap wawancara dengan sikap dan tutur bersahaja selalu menceritakan asalnya dari Desa Gelang, Kecamatan Rakit Banjarnegara). Banyumasan ikut kikis perilaku feodal.

Di balik kelucuannya ikut andil menyuburkan tradisi jujur, berani Chris John memang benar-benar "WBA" (Wong Banyumas Asli). Banyak hal yang bisa kita remehkan, tapi jangan diri kita sendiri. Vauvenargues

Purnomo Iman Santoso

Villa Aster II G/10, Srondol, Semarang

***

GIJT Mohon Bantuan

Tempat ibadah yang layak adalah menjadi dambaan bagi setiap umat kristiani di mana pun berada, karena dapat memacu dan memberikan semangat bagi umat. Tak terkecuali warga jemaat gereja lnjili di Tanah Jawa (GITJ) di Desa Gadu Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Namun karena terbatasnya dana, penyelesaian pembangunan gedung gereja dan rumah pendeta menjadi tersendat. Dana yang dlperlukan sekitar Rp 60 juta, sedangkan bantuan internal jemaat (23 KK), baru terkumpul Rp. 17.300.000.

Lewat Surat Pembaca, saya selaku panitia terbuka menerima bantuan demi terlaksananya rencana menyelesaikan bangunan tersebut. Dermawan bisa hubungi panitia, atau ketua Ny Sumiyati RT 3/RW 2 Gadu Gunungwungkal Pati di 0888 2425 526

Atau ke Sekretaris E Saroso RT 4/RW 2 Gadu Gunungwungkal atau RSK Tayu Jl P Diponegoro 56 telp. (0295) 452670/081325 260 565, Andri Nugroho rek 23799703 Bank Danamon Tayu Pati

E Saroso

Gadu Rt 4/Rw 2 Gunungwungkal, Pati

***

Batasi Tayangan TV yang Menyesatkan

Berita seorang anak TK bunuh diri,sangat menyentuh lubuk hati saya sebagai seorang kakek. Semoga tragedi kemanusiaan yang memilukan ini tidak terjadi lagi. Saya mengetuk hati penguasa yang punya kaitan dengan dunia pendidikan agar mengatur tayangan TV dan bacaan sesuai perkembangan sosial psikologi anak, rasanya anak seusia itu belum nalar melakukan perbuatan senekat itu.

Berita di harian ini menyebutkan, korban menonton TV tentang kejadian yang serupa. Bila hal tersebut benar maka warning bagi penguasa yang punya keterkaitan dengan izin siaran TV untuk segera melakukan seleksi yang dapat mempengaruhi jiwa anak-anak.

Tayangan yang merusak jiwa anak-anak sangat banyak. Menurut saya tidaklah sulit melakukan karena hanya kemauan politik dari penguasa saja dapat membatasi tayangan TV yang menyesatkan tersebut.

Tasambar Mochtar

Jl Brotojoyo 4 E/ 3, Semarang

***

Untuk Para Cawali

Untuk para cawali/cawawali, bila terpilih mampukah melalui kebijakan bisa menghapus sistem kerja kontrak bagi para buruh. Karena sistem ini sangat memihak para pengusaha, sebaliknya merugikan para buruh. Para pengusaha seenaknya mempekerjakan para buruh atau mudah mem-PHK. S

Sebaliknya bagi buruh, meski bekerja sesuai ketentuan, tetap saja risiko dipulangkan sewaktu-waktu selalu ada di depan mata. Bukankah ini suatu ketidakadilan. Sebetulnya sistem ini bisa saja tetap diberlakukan tanpa harus mengorbankan nasib para buruh.

Salah satu cara, bagaimana kalau buruh yang bekerja dengan sistem kerja kontrak, upahnya minimal 2x dari UMR/UMK. Cawali, bukankah nasib rakyat kecil juga perlu perhatian? Bisakah calon terpilih membuat kebijakan yang memihak para buruh yang selalu tertindas. Atau mungkin punya formula solusi yang lebih tepat untuk mengatasi masalah ini?

Agung Nugroho

D/a Jl Sultan Agung 156 Semarang

***

Kesalahan Operator

Menanggapi surat Bpk Andri Ariawan, Jl KH Agus Salim 148 Kudus, perihal pengisian bensin di SPBU Margorejo Pati, pengelola SPBU mengucapkan terima kasih. Kami telah mengadakan klarifikasi terhadap staf dan ternyata hal tersebut kesalahan salah seorang operator dan dia telah kami bina.

Dari pihak Pertamina telah mengadakan pengecekan dan tidak dijumpai kesalahan tera atau pun unsur kesengajaan dari pihak pengelola. Jadi murni kesalahan salah seorang operator. Mohon maaf mudah-mudahan di kemudian hari kami dapat melakukan pelayanan yang lebih baik.

Pengelola SPBU Margorejo

***

Mohon Tanggapan Astra Honda Motor

Pada 6 Mei 2005, saya servis motor Honda Megapro K 6742 LD di dealer resmi Mutiara Sakti Rembang. Tetapi setelah diservis timbul bunyi aneh di mesin, hingga saya kembalikan lagi. Tetapi pihak bengkel mengatakan hal itu wajar, padahal sebelumnya tidak ada keluhan sama sekali.

Kemudian saya menyerviskan ke bengkel resmi Honda yang lain yaitu PT Langgeng Jati Utomo dan mesin menjadi halus. Namun hanya 1 hari sebab keesokan harinya timbul suara aneh lagi. Saya tanyakan ke bengkel tersebut dan jawabannya sama seperti bengkel sebelumnya. Saya sedih dan kecewa. Mohon tanggapan dari PT Astra Honda Motor Indonesia.

Suntono

Jl Yos Sudarso 22 Rembang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA