logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 NASIONAL
Line

Hendropriyono Dinilai Cari Sensasi

JAKARTA- Buntut pernyataan mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang melecehkan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, dinilai sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) hanya cari sensasi. Jelasnya, Hendro dinilai hanya mencari sensasi dan ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari kasus Munir.

Penilaian ini disampaikan para aktivis LSM, terkait dengan pernyataan Hendro dalam mengkritisi TPF Munir. Hendro, antara lain, menyebut TPF tidak profesional, tanpa fakta, dan menyebutnya sebagai 'hantu belau' seperti ditayangkan stasiun televisi swasta.

"Kami pertanyakan motif Hendro mengeluarkan pernyataan tersebut. Itu tidak pantas diucapkan oleh siapa pun yang menghormati upaya penegakan hukum," kata Ketua Divisi Operasi Kontras Edwin Partogi kepada wartawan, di Kantor Kontras Jakarta, Rabu (1/6).

Di samping aktivis Kontras, jumpa pers yang berisikan pernyataan sikap ini juga dihadiri Johnson Panjaitan dari PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia), Uli Parulian Sihombing dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta, Hamid Mohammad dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), dan sejumlah LSM lainnya.

Menurut Edwin, pernyataan Hendro yang mengaku menghormati proses hukum itu bertentangan dari sikapnya yang enggan memberi keterangan kepada TPF. Bahkan, Hendro dan tim pengacaranya mempertanyakan siapa Munir dan mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mengeluarkan keppres pembentukan TPF Munir.

"Kami justru curiga sikap dan pernyataan sensasional Hendro tidak lebih dari sekadar upaya memancing TPF untuk bertempur di hal-hal yang tidak perlu. Itu juga ingin mengalihkan perhatian besar masyarakat terhadap kasus Munir," tandasnya.

Senada dengan Edwin, Johnson mengatakan, Hendro ingin mengalihkan persoalan hukum menjadi persoalan pribadi dengan cara melakukan gugatan. (bu-48t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA