logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 NASIONAL
Line

ANEKA WARTA

Dua WNI Tewas Ditembak

JAKARTA - Dua warga Indonesia tewas ditembak seorang polisi Malaysia. Seorang WNI lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah restoran di Bandar Medan Ipoh, Malaysia, Rabu (1/6) pagi waktu setempat. Setelah menembak ketiga WNI itu, polisi negeri jiran tersebut menembak dirinya sendiri. Dia pun mengalami luka parah di lehernya dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Kondisi pelaku saat ini kritis.

Demikian disampaikan Pjs Kepala Kepolisian Perak Abdul Razak Bokhari sebagaimana dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Rabu (1/6). Dua WNI yang tewas itu diidentifikasi sebagai Agus Salim Mohd Nur (35) dan Hasbri Osman (38). Sementara korban cedera adalah Mohd Hethir Basri (25). Sebelum penembakan, polisi berusia 48 tahun itu sedang duduk sambil minum-minum bersama ketiga WNI di Restoran Salam. "Saat mengobrol, timbul pertengkaran kemudian polisi itu mencabut senjatanya dan menembaki ketiga orang itu sebelum kemudian menembak dirinya sendiri," kata Razak. (dtc-46v)

Tiga Keuntungan MTF

SURABAYA- Kegiatan Majapahit Travel Fair (MTF) yang dimulai kemarin hingga 5 Juni 2005 diharapkan mampu mendatangkan 3 keuntungan bagi Jatim, yakni di sektor pariwisata, usaha kecil dan menengah, serta koperasi. Harapan tersebut dikatakan Gubernur Jatim Imam Utomo saat membuka MTF dan Produk Unggulan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi Jatim di Convention Hall Plasa Tunjungan Surabaya, Rabu (1/6). Kepala Dinas Pariwisata Jatim Harun Msi menyatakan, peserta MTF 2005 terdiri atas 87 buyers/pembeli baik dari dalam maupun luar negeri. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebanyak 60 buyers. Para buyer luar negeri yang datang antara lain berasal dari Jepang, Malaysia, dan Uzbekistan. (G14-46)

Depdiknas Butuh Rp 40,85 Triliun

JAKARTA - Departemen Pendidikan Nasional membutuhkan dana Rp 40,85 triliun untuk membiayai 15 program yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika dalam rapat kerja Depdiknas dengan Komisi X DPR RI, Rabu kemarin, di Jakarta.

Raker ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Sumantri Brojonegoro, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Jati Sidi, dan Irjen Depdiknas Soeparna.

Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi, Dodi lebih lanjut mengatakan, dana sebesar itu akan digunakan untuk perbaikan sarana gedung sekolah dasar Rp 4,3 triliun, penuntasan program pendidikan dasar Rp 5,6 triliun, insentif guru SD Rp 1,44 triliun, dan pelaksanaan program/kegiatan di masing-masing unit utama di lingkungan Depdiknas.

"Selain itu, dianggarkan bantuan untuk 236.011 guru bantu Rp 0,65 triliun yang ditanggung oleh masing-masing pemda," kata Dodi Nandika.

Dia menjelaskan, dalam tahun anggaran 2005, terdapat 15 program dengan 35 kegiatan prioritas. Sedangkan dalam RAPBN Perubahan 2006, diajukan sebelas program dengan enam prioritas tambahan dengan biaya Rp Rp 14,38 triliun.

Dengan tambahan kegiatan prioritas tersebut, biaya yang dibutuhkan adalah Rp 10,85 triliun. (sas-49t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA