logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 NASIONAL
Line

Enam Pasien Positif Gangguan Saraf Tepi

  • Kasus Lumpuh Layu di Salatiga

SM/Fahmi ZM TERGOLEK LEMAH: Salah seorang dari enam pasien yang dirujuk ke RS dr Kariadi Semarang masih tergolek lemah di tempat tidur, Rabu (1/6). Keenamnya dinyatakan positif terkena gangguan saraf tepi, sejenis penyakit yang menyebabkan kelumpuhan. (57t)

SEMARANG- Enam dari 12 pasien yang dirujuk di RS Dokter Kariadi Semarang dinyatakan positif mengidap penyakit gangguan saraf tepi, yaitu sejenis penyakit yang menyerang susunan saraf di sekitar bagian bawah manusia. Gangguan penyakit itu menyebabkan kelumpuhan pada sebagian tubuh pasien.

Dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat Elektromiografi (EMG) tersebut, mereka kedapatan mengidap gangguan pada saraf tepi atau biasa disebut Poliradikulopati. Demikian dikatakan dr Dani Rahmawati SpS usai memeriksa dua pasien yang datang pada Rabu (1/6).

Menurut dokter ahli saraf itu, kelainan yang biasa ditemukan di akar saraf tersebut terdapat di anggota gerak atas dan bawah meliputi bagian tangan hingga kaki. "Akar saraf itu mempunyai sejenis kabel pada bagian tubuh kita. Kabel tersebut menyarafi sekitar badan hingga kaki," ujarnya.

Kedua pasien yang kemarin diperiksa bernama Hasanudin (18) dan Sulaiman. Keduanya menyusul tiga rekan sesama penghuni Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Dharma Lestari, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, yang diperiksa sehari sebelumnya.

Seperti diberitakan di harian ini (Selasa,31/5), seluruh pasien lumpuh layu dari RSUD Kota Salatiga dirujuk ke RS dr Kariadi. Mereka diperiksa di Ruang Diagnostik CDC (Clinic Diagnostik Centre). Klinik yang baru difungsikan awal 2005 itu terbilang lengkap, dan mempunyai peralatan yang canggih. Salah satunya alat EMG, alat yang bisa mengetahui gambaran elektrik dari gangguan saraf tepi.

Ditambahkan oleh Dani, salah satu fungsi pendeteksian lewat EMG itu dimaksudkan untuk menegakkan diagnosis agar pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya untuk menemukan kepastian penyakit pasien.

Menurut dokter, pasien lumpuh layu yang datang dari Salatiga itu dipastikan tidak kedapatan virus polio. Korban menderita kelumpuhan yang diduga sebagai Syndroma Guillian Barre (SGB) atau kegawatan di bidang saraf akibat terserang virus.

Pada penderita yang terjangkit virus SGB akan muncul penurunan pada mekanisme daya tubuh. Sedangkan untuk penderita polio, tingkat kepulihan pasien sulit untuk disembuhkan, malah biasanya disertai dengan kecacatan fisik.

"Penderita lumpuh layu sebenarnya bisa membaik, asal mereka juga memperkuat daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan vitamin," ujarnya (fzm-34t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA