| Kamis, 02 Juni 2005 | NASIONAL |
Siaga I sampai Situasi AmanJAKARTA -Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani mengatakan, siaga satu di jajaran Polda Metro Jaya dilakukan hingga situasi dinyatakan aman dari serangan pelaku teror. ''Siaga satu akan terus dilakukan sampai polisi meyakini kegiatan para pelaku teror tidak lagi terdeteksi,'' tegas Firman, Rabu (1/6). Untuk itu, Kapolda meminta kepada masyarakat ikut membantu polisi dalam rangka menjaga situasi keamanan di daerah Jakarta seiring dengan meningkatnya kegiatan pelaku teror. ''Dengan keikutsertaan masyarakat, polisi akan dapat mengatasi kondisi keamanan yang lebih baik,'' ujarnya. Ketika ditanya tentang prioritas keamanan dalam siaga satu, Firman mengatakan, kegiatan tetap diutamakan pada kantor kedubes, pusat kegiatan diplomatik, pabrik besar dan kegiatan masyarakat lain seperti pasar, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan perkantoran. ''Memang ada prioritas pengamanan di beberapa kedubes seperti AS, Inggris, Prancis, Jepang dan Australia. Namun, pengamanan di kedubes lain tetap diperketat,'' tandasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tjiptono mengatakan, siaga satu di Polda Metro Jaya sebenarnya dimulai sejak Australia mengeluarkan peringatan sekitar dua bulan lalu. ''Jadi siaga I di Jakarta tidak saja karena penutupan Kedubes Australia sejak Kamis pekan lalu, tapi sejak Kedubes Australia mengeluarkan peringatan beberapa waktu lalu.'' Foto Teroris Pada hari yang sama, Polres Metro Depok, menyebarkan foto tersangka teroris seperti Dr Azahari, Noordin Moh Top dan lain-lain sebagai upaya antisipasi serangan bom di wilayah Depok. ''Semua yang dicurigai akan diperiksa, dengan begitu Depok tidak akan kecolongan,'' kata Kapolres Depok, AKBP Ratnawati Hadiwidjaya. Pada Senin (30/5), Puskesmas Sawangan Depok, diancam akan diledakkan oleh orang tak dikenal. Meski ancaman itu tak terbukti, bukan berarti menurunkan kesiapan dan kesigapan aparat di lapangan. ''Kita akan tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.'' Ia menambahkan sosialisasi wajah para teroris itu, diharapkan berjalan efektif. ''Jika masyarakat mengetahui orang yang memiliki wajah mirip dengan mereka, bisa segera lapor ke aparat kepolisian terdekat,'' katanya. Menurutnya, bantuan masyarakat sangat dibutuhkan aparat di lapangan. Dengan bantuan tersebut, diharapkan para teroris penebar bom itu bisa segera diringkus. Disebutkan, isu serangan bom sebenarnya sudah dideteksi oleh aparat keamanan. Tapi tempat dan waktu peledakan bom yang sulit diketahui secara pasti. ''Para pelaku serangan bom itu menggunakan peralatan canggih serta bekerja secara rapi.'' katanya.(bu-48) |