logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 Juni 2005 INTERNASIONAL
Line

Kapal Korsel dan Jepang Bersitegang

SEOUL - Kapal patroli Korea Selatan dan Jepang Rabu kemarin terlibat ketegangan soal pengawasan atas kapal penangkap ikan yang secara ilegal menerobos masuk ke perairan Jepang.

Konfrontasi berlanjut lebih dari 15 jam setelah penjaga pantai Jepang berusaha menyita kapal Korea Selatan berbobot 77 ton pada pukul 00.15 (15.15 WIB Selasa).

Kapal patroli polisi Korsel langsung menuju lokasi tersebut, 29 kilometer lepas pantai tenggara pelabuhan Korsel, Ulsan, untuk menggagalkan penahanan kapal Korsel tersebut. Namun, awak kapal membantah bahwa ia melakukan kesalahan.

''Kedua pihak masih terlibat konfrontasi,'' kata Bang Je-Yong, kata seorang pejabat polisi maritim Ulsan, ketika ketegangan memasuki jam ke-15 di laut antara kedua negara.

Empat kapal patroli Korsel dan tiga kapal penjaga pantai Jepang kemudian mengkaitkan tali ke kapal penangkap ikan tersebut.

Penjaga pantai Jepang mengatakan, kapal Korsel dengan nama lambung ''Sinpung-ho'' itu menangkap belut laut tiga mil di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang. Polisi maritim Korsel keberatan atas penangkapan oleh pihak Jepang itu, dan mengatakan bahwa tidak ada bukti dalam masalah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korsel memanggil penasihat senior urusan ekonomi dari Kedubes Jepang dan mendesak penjaga pantai Jepang untuk mundur dari perairan Korsel.

Sejauh ini belum diperoleh tanggapan dari pemerintah Jepang. Sembilan nelayan Korsel, termasuk nakhodanya, dibawa kembali oleh polisi maritim ke Ulsan.(ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA