| Kamis, 02 Juni 2005 | BANYUMAS |
Perhutani Kembangkan NilamBANJARNEGARA- Perum Perhutani KPH Kedu Selatan mengembangkan tanaman nilam di kawasan hutan Cendana, Desa Gumingsir, Kecamatan Kota Banjarnegara. Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarnegara KPH Kedu Selatan, Irawan D DJati SHut, menyatakan merintis kerja sama itu sejak tahun 2002. Semula menanam tanaman pertanian semusim, kemudian salak dan terakhir nilam. ''Luas lahan saat ini 5 ha lebih.'' Salak dan nilam dipilih, kata dia, dengan memperhitungkan keadaan tanah dan potensi tanaman yang menghasilkan untuk masyararakat. Salak pondoh telah mempunyai pangsa pasar dan nilai ekonomis bagus. Adapun nilam yang diambil minyaknya mempunyai nilai ekonomi tinggi. Nilam bisa ditanam tiga kali setahun. Namun masa penanaman pertama lebih lama, yakni antara enam dan sembilan bulan. ''Pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun 2006 nilam sudah siap kami panen,'' katanya. Perhutani juga mengembangkan nilam di Berta, Kecamatan Purwonegoro. Namun ada sedikit kendala karena keadaan tanah yang kering. Hasil dari penanaman salak, nilam, dan tanaman pertanian lain, ujar Irawan, akan dibagi dengan lembaga masyarakat desa hutan desa tersebut. Karena hanya menyediakan tanah, Perhutani menerima hasil sekitar 20%. Adapun 80% untuk menambah penghasilan petani. Di wilayah BKPH Banjarnegara sampai saat ini sudah terbentuk 30 lembaga masyarakat desa hutan di 39 desa. Desa-desa itu berada di Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas. (mos-53) |