| Kamis, 02 Juni 2005 | BANYUMAS |
Berdebat Mengasah KemampuanPURWOKERTO - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Drs Rubiyanto Misman menyatakan mahasiswa harus bisa menguasai bahasa Inggris secara baik. Jadi mereka bisa memperoleh pekerjaan dengan mudah. ''Jika mahasiswa tak bisa berbicara dalam bahasa asing pasti sulit memperoleh pekerjaan yang baik,'' katanya, kemarin, seusai debat bahasa Inggris antarfakultas. Karena itu dia menyatakan sangat mendukung debat bahasa Inggris yang diadakan Student English Forum (SEF) Unsoed. Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultas itu mengadakan debat dalam bahasa itu secara teratur. Kemarin adalah penyelenggaraan debat ketujuh. Rubi juga mendukung keputusan dosen Fakultas Ekonomi Unsoed yang mewajibkan mahasiswa meraih TOEFEL minimal 450 untuk lulus sebagai sarjana ekonomi. Dia berharap fakultas lain, seperti Hukum, FISIP, Biologi, Peternakan, dan Pertanian, mengembangkan kebijakan serupa. Ketua panitia debat SEF Diah Hayuningsih (mahasiswa Fakultas Pertanian) menyatakan debat antarfakultas itu sangat perlu untuk mengasah kemampuan intelektual mahasiswa. ''Jika sudah terbiasa berdebat dalam bahasa asing tentu tak kesulitan menyampaikan gagasan dalam bahasa sendiri,'' ujarnya. Lebih Sulit Kemampuan berdebat, kata dia, sudah melekat dalam diri setiap individu. Itu pun sudah menjadi satu bagian dalam kehidupan sehari-hari. Mengungkapkan pikiran dalam bahasa asing memang lebih sulit. Karena, seseorang harus berpikir keras memilih kosakata dan materi. Peserta debat 18 tim. Setiap tim beranggota tiga orang yang mewakili seluruh fakultas dan program studi. Juara I tim Fakutlas Hukum, II Fakultas Ekonomi, serta III Fakultas Pertanian dan tim B Fakultas Ekonomi. Peserta terbaik Yudha Dewangga dari Fakultas Hukum. Prestasi SEF dalam kejuaraan debat bahasa Inggris cukup bagus. Mereka menjadi juara II IVED (tingkat nasional), juara II Best of the Best Speaker JOVED (tingkat Jawa Bali), dan sukses sebagai penyelenggara keempat JOVED. (in-53) |