logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Mei 2005 RAGAM
Line

Untung-Rugi Upgrade BIOS

SEPERTI upgrade yang lain, yaitu upgrade motherboard, prosesor, atau komputer, upgrade BIOS merupakan suatu proses perbaikan dari BIOS yang dimiliki oleh komputer. BIOS berisi rutin-rutin I/O dan dukungan penanganan terhadap bermacam-macam teknologi perangkat keras dan singkatan dari Basic Input Output System. BIOS menyediakan rutin-rutin yang dapat dilakukan komputer tanpa melakukan akses ke disk. Juga berisi rutin untuk POST (Power On Self Test), booting, pengontrol keyboard, serial port, pararel port dan sebagainya.

Up grade BIOS dapat dilakukan tidak pada seluruh motherboard. Hanya pada motherboard tertentu atau terbaru yang menggunakan flash BIOS, karena pada chipnya digunakan EEPROM (Electrically Erasable Read Only Memory). EEPROM ini memiliki sifat dapat dihapus dan diisi kembali dengan menggunakan listrik.

Persiapan Upgrade BIOS

Sebagai persiapan untuk melaksanakannya adalah kenalilah tipe dan merek Motherboard Anda. Kemudian apakah memiliki program untuk melakukan pengisian EEPROM. Program ini biasanya diberikan pada disket/CD yang disertakan pada pembelian motherboard. Jika tidak memilikinya Anda dapat mendownload di Internet atau minta dikopikan dari teman yang memilikinya. Atau memiliki BIOS yang baru.

Jika ada kegagalan dalam proses pengisian BIOS, ada beberapa cara untuk mengatasinya antara lain :

1. Pada beberapa AWARD BIOS yang menggunakan boot block BIOS dapat dilakukan hal-hal: a. Ganti VGA card dengan yang bertipe ISA (Anda dapat menggunakan PCI tapi tidak ada tampilan apa). b. Masukkan disket booting di drive A (disket ini seharusnya sudah Anda buat) dan c. Nyalakan komputer Anda.

2. Lepaslah chip EEPROM, gunakan obeng kecil tipe Minus (-) untuk mengambilnya dan bawalah ke pusat elektronik yang mampu mengisi chip EEPROM. Bawa disket yang berisi backup BIOS, dan isilah chip BIOS dengan file BIOS image yang lama.

3. Lakukan hot swapping. Cara ini cukup berbahaya jika tidak teliti dan tidak berhati-hati. Untuk itu lakukan langkah-langkah:

a. Pinjam komputer teman (atau siapa saja) yang memiliki chip BIOS dengan merek chip yang sama atau jumlah kaki yang sama. Tegangan kerjanya pun harus sama, 5V atau 12V. Pastikan bahwa ''System BIOS cacheable'' di BIOS SETUP diaktifkan.

b. Cabut chip BIOS komputer, lalu pasang lagi. Tapi jangan kencang-kencang agar dapat dengan mudah dicabut (sedang-sedang saja). Jangan lupa dimana letak kaki nomor 1 berada.

c. Nyalakan komputer, lakukan booting bersih (''safe mode command prompt only'', atau dengan disket booting yang telah dibuat).

d. Cabut chip EEPROM milik Anda, perhatikan kaki chip nomor 1 (ada tanda lingkaran kecil di salah satu sudut chip). Pasang dengan kencang.

e. Jalankan program untuk mengisi EEPROM, isilah EEPROM dengan backup BIOS Anda.

f. Setelah selesai, matikan komputer. Cabut chip BIOS milik Anda, ganti dengan chip BIOS teman Anda. Jangan salah dengan kaki chip nomor 1.

g. Nyalakan komputer, untuk memastikan komputer teman Anda masih dapat dijalankan.

A. Keuntungan

1. Dukungan terhadap prosesor baru. Dengan upgrade BIOS kita tidak perlu mengganti motherboard untuk dukungan terhadap prosesor-prosesor baru. Misalkan saat ini motherboard kita belum mendukung IDT C6, dengan Up Grade BIOS dimungkinkan BIOS yang baru akan mendukung prosesor ini.

2. Dukungan terhadap hard disk ukuran besar. Motherboard yang lama memiliki BIOS yang belum mendukung LBA untuk memproses hard disk dengan ukuran di atas 528 MB sehingga kita terpaksa memakai software seperti On Track untuk mengaksesnya. Dengan BIOS yang terbaru yang mendukung LBA kita tidak perlu lagi menggunakan software itu lagi.

3. Dukungan terhadap fasilitas-fasilitas baru. Fasilitas yang ada di BIOS bisa ditambah dan diperbaiki, misalnya : booting dari CD-ROM, menukar drive A dan B lewat BIOS.

4. Dukungan terhadap media penyimpanan baru. Misalnya, drive LS-120, disk drive 2.88 MB.

5. Dukungan ''Plug n Play'. Dengan BIOS ''Plug n Play'' maka komputer kita akan dapat menerima card-card ''Plug n Play'' dan mengkonfigurasikannya secara otomatis. Lagipula mulai Windows 95 ke atas sangat mendukung BIOS ''Plug n Play'' ini.

6. Perbaikan kesalahan. Ada beberapa BIOS komputer yang memiliki bug (kesalahan) didalamnya sehingga mengganggu penggunanya. Dengan BIOS yang baru diharapkan kesalahan ini telah diperbaiki.

B. Kerugian atau Risiko

Ada beberapa dukungan yang tidak dapat diberikan oleh BIOS yang baru, karena tidak ada dukungan perangkat kerasnya. Misalnya, kita mengharapkan dukungan USB (Universal Serial Bus) padahal di motherboard belum ada konektor USB.

Risiko yang paling fatal adalah komputer kita tidak dapat booting lagi. Hal ini karena salah dalam mengambil BIOS image (misalnya, salah merek atau salah chipset). Ada kerusakan pada BIOS image. Listrik mati pada saat BIOS sedang diisi dan kegagalan program. Misalnya, menjalankannya melalui Windows 98.

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, terdapat hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Pastikan BIOS image yang kita dapatkan benar-benar dan sesuai untuk motherboard.

2. Pastikan tidak ada kerusakan pada BIOS image. (Kita dapat mendownload beberapa kali dan membandingkannya).

3. Jalankan program untuk flash BIOS sesuai dengan aturan. Backup dulu BIOS sebelum mengisi BIOS yang baru.

4. Membuat disket booting yang berisi system (DOS), program untuk flash (AWDFLASH atau AMIFLASH), dan data BIOS yang lama (backup). Hal ini sangat diperlukan jika nantinya mengalami kegagalan dalam penulisan BIOS.(Uky Yudatama, S.Si, M.Kom/Universitas AKI Semarang-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA