logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Mei 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Jalan Menco Mulus

Warga Desa Menco Kecamatan Wedang Demak mengucapkan terima kasih kepada Bupati Endang Setyaningdyah yang memperbaiki jalan sepanjang 3 kilometer, sehingga transportasi warga lebih mudah dan nyaman. Dulu jalan tersebut mathol (berlumpur) sekarang seperti jalan tol.

Dulu licin dan berlumpur dan untuk ke Desa Menco harus naik perahu tempel. Sekarang warga mempunyai jalanan yang bagus, lancar tanpa hambatan.

Humaidi

Tambakmulyo Rt 4/Rw 15, Semarang

***

Resep Mudah Berbahasa Inggris

Bahasa Inggris, sebuah pelajaran yang sulit menurut banyak orang di semua tingkatan. Banyak yang mengajarkan bahasa internasional ini mulai dari TK hingga perguruan tinggi, namun tetap dianggap sebagai momok sebagian pelajar.

Awal perkenalan saya dengan bahasa ini sedikit unik dan menggelikan. Saat SMP kelas 1 dan 2 nilai bahasa Inggris saya tak pernah lepas dari angka 5 bahkan pernah disidang BP karena ngumpetke LKS Inggris milik sekolah, karena saya benar-benar benci dengan mata pelajaran ini.

Bapak Tandang, guru SMP 2 Patebon tempat saya belajar akhirnya memberi resep aneh namun selanjutnya bisa membuat saya mengerti, memahami dan bahkan menyukai Bahasa Inggris hingga sekarang. Beliau mewajibkan saya menghafal lima kata setiap hari berikut artinya. Mau tak mau kamus selalu saya baca bahkan di WC sekali pun.

Resep kedua berasal dari Pak Junaidi Rasyid guru SMA I Cepiring yang menganjurkan saya banyak menonton film berbahasa Inggris, serta menghafal lagu barat berikut artinya. Pesannya: "Tirukan ucapan, lihat teks dan terjemahkan. Jika ada adegan dalam film yang agak "hot" anggap sebagai ujian iman.

Setelah menjadi pemandu wisata dan pengajar Bahasa Inggris, saya baru menyadari perkataan kedua guru tersebut benar. Menghafal lima kata Inggris/hari memperkuat kosakata, menonton film dan mendengar lagu barat, mengasah percakapan, pendengaran dan terjemahan.

Resep ini manjur setidaknya bagi saya dan tidak ada salahnya diterapkan pada putra putri pembaca, namun mengingat sensor film agak longgar di negara ini ada baiknya orang tua ikut mengawasi,

Arya Widiyanto A.Md

Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal

***

Naikkan Gaji

Perekonomian negara dan penghidupan masyarakat mulai ada titik gerak maju, meski akhir-akhir ini selalu menatap tantangan dan kesulitan. Bencana alam bertubi-tubi menerpa dan kecelakaan relatif besar. Kenaikan harga BBM dan lainnya mengimbas pada APBN.

Kita wajar memberi dorongan kepada Pemerintah untuk segera mengatasi. Pemerintah kini menjajagi untuk menaikkan gaji/kesejahteraan PNS. Bila keuangan belum siap, harap jangan memaksakan menaikkan gaji.

Walau dibutuhkan dan perlu diperhatikan, seyogianya diperhitungkan cermat. Jangan lupa biasanya jika akan ada kenaikan gaji, harga 9 bahan pokok naik pulaa. Mohon dikaji kemungkinan dampaknya terhadap masyarakat. Namun bila setelah dikaji, gaji bisa dinaikkan termasuk TNI/Polri, saya pesan jangan lupakan para pensiunan

Arif Sardjono

Manjung Rt 1/Rw 1 Sawit, Boyolali

***

Mencari Saudara di Daerah Kebumen

Saya mencari jejak saudara yang berada di daerah Kebumen karena terpisahkan sejak sebelum Kemerdekaan RI. Yaitu famili dari anak cucu saudara kakek saya. Beliau dibawa tentara Jepang dari Kebumen ke Sumatra, meninggalkan saudara di Jawa sebanyak 7 orang.

Di Sumatera beliau menikah dan punya 3 anak, salah satunya ibu saya. Sampai beliau meninggal, tak pernah pulang ke Jawa. Nama beliau Ratman dan sebelum meninggal berpesan agar anak cucunya mencari keluarga yang ada di Kebumen.

Sebagai cucu saya berkali-kali menulis di harian dan majalah nasional tapi tak satu pun dimuat. Saya tak tahu alasannya, padahal menyertakan juga fotokopi identitas. Saya berharap Suara Merdeka dan pembaca setianya sudi membantu saya dalam pencarian ini.

Amir Said

PT WM Po Boks 161 Tulang Bawang, Lampung

Catatan Redaksi : Bagi yang memiliki info bisa hubungi redaksi Suara Merdeka, Sdr Prio telepon (024) 6580900

***

Ditanggapi Kurang Sopan

Kejadian tidak menyenangkan terjadi 11 Mei 2005 ketika saya melaporkan pada petugas Telkom 147 tentang kerusakan telepon yang terjadi di rumah saudara saya. Laporan diterima petugas dengan ramah dan katanya segera diperbaiki dalam 1 minggu tapi ternyata setelah lebih dari yang dijanjikan belum juga diperbaiki.

Karenanya saya melaporkan untuk kali kedua yang diterima oleh petugas lain. Namun laporan saya diterima dengan kata-kata yang cenderung kurang sopan. Yang saya sesalkan mengapa hanya melaporkan kerusakan telepon saja,saya diperlakukan seperti ini. Beginikah cara Telkom yang katanya Commiled to you melayani pelanggan ?.

Suwandi

Pudakpayung Grogol Rt 5/Rw 3, Semarang

***

Dimutasi, PNS Harus Legawa

Sebelum era reformasi, PNS sudah terbiasa dalam pola kerja penuh kemapanan. Karenanya ketika dihadapkan pada pola dan gaya kepemimpinan berbeda, banyak yang merasa kaget dan kikuk dalam menjabarkan visi serta misi kepala daerah yang sebelumnya berasal dari berbagai profesi dan latar belakang.

PNS (terutama senior) yang secara struktural menduduki eselon tinggi terkadang kurang disukai oleh kepala daerah produk reformasi, sehingga singgungan pemikiran dan tata cara kerja sering terjadi. Dalam kondisi seperti inilah kesalahan staf sering terjadi, baik yang bersifat formal maupun materiil.

Jika dalam waktu tertentu tidak dapat diakomodasikan, biasanya kepala daerah akan menggunakan wewenangnya untuk memilih PNS yang dinilai dapat melancarkan tugas-tugasnya. Menempatkan staf yang dianggap pas inilah yang menimbulkan pro dan kontra.

Gerak cepat memutasi staf menimbulkan kekagetan bahkan kengerian. Hal ini bisa terjadi pada sekda misalnya. Sekda yang selama ini dianggap baik oleh sekelompok PNS dan masyarakat, mendadak dilengserkan. Asisten, kepala dinas, kepala badan dan pejabat eselon lainnya juga dimutasi.

Bila menyangkut ketidakcocokan dan kesalahan pejabat, memang bijaksana hal tersebut tidak dibeberkan secara luas. Setidak-tidaknya untuk menjaga kredibilitas pejabat tersebut, meski perlu ada semacam isyarat tentang kesalahan yang dilakukan.

Memang tidak mudah melakukan pembinaan karier PNS. Karena mutasi selalu menimbulkan polemik. Sementara PNS yang sudah memenuhi syarat, makin panjang antreannya. Pejabat eselon yang sudah lama di suatu jabatan memang perlu bersikap legawa untuk memberi kesempatan kepada jajaran PNS lainnya.

Apakah hal yang sudah terjadi itu dianggap maju atau bahkan langkah mundur, kiranya menjadi bahan kajian yang menarik bagi para ahli pemerintahan demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, the good governance. Semoga

Prayitno

Bonangrejo Rt 6/Rw 1Bonang, Demak


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA