logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Mei 2005 KEDU & DIY
Line

Tewasnya Haryadi

Sempat Dikabarkan Bekerja di NTT

KEBUMEN-Hingga kemarin masih belum jelas penyebab tewasnya tewasnya Haryadi (21), pemuda Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, yang terkubur di pantai setempat. Guna mengungkapnya, Tim Polres Kebumen beranggota Satreskrim dan Polsek Buluspesantren, saat ini masih berada di Jepara.

Kapolres Kebumen AKBP H Lilik Purwanto melalui Kapolsek Buluspesantren Iptu Sudarmo Minggu kemarin menyatakan, tim tersebut masih di Jepara guna memeriksa pelaku yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Sementara itu, menurut Kades Brecong Kusmanto dan dugaan beberapa warga, sebelum tewas terkubur di Pantai Selatan, Haryadi diminta tapa ngebleng. Sebab, korban waktu itu sempat dijanjikan akan diberi ilmu kekebalan tubuh dengan syarat puasa tujuh hari.

Pemuda pengangguran tamatan STM Nawa Bhakti itu rupanya terpikat dengan janji akan diberi ilmu kekebalan tubuh tersebut. Buktinya beberapa hari terakhir sebelum hilang pada pertengahan Februari lalu, Haryadi nampak didekati Mulyono. Mulyono adalah residivis dan saat ini telah ditangkap Polres Jepara terkait kasus pembunuhan dengan motif perampasan sepeda motor.

Menurut sumber di Polres, polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya pemuda tersebut. Namun ada dugaan, Haryadi dihabisi oleh Mulyono. Pihak berwajib baru bisa memastikan setelah memperoleh keterangan dari tersangka. Mulyono tak asing bagi kepolisian Kebumen.

Melacak

Pria yang dikenal licik itu pernah dihukum karena mencuri rel Kereta Api (KA) di Bojong, Kebumen.

Sementara itu warga Brecong menaruh hormat atas kegigihan Kades Kusmanto melacak hilangnya Haryadi. Kades itu telah mondar mandir Kebumen- Jepara sebelum kepolisian melangkah. Warga mengakui kades Kusmanto juga gigih memburu Mulyono dan terus mengembangkan keterangan guna menguak siapa yang terlibat dengan kasus tewasnya Haryadi.

Seperti diberitakan, Haryadi yang menghilang sejak 16 Februari lalu. Sebelum diketahui hilang, korban sempat mengendarai sepeda motor jenis bebek Yamaha berpelat nomor AA-4945-YD. Hilangnya pemuda tersebut dari desa telah membuat kalang kabut orang tua dan pihak desa. Akhirnya, warga yang mencari menyisir pantai menemukan jasad pemuda itu telah terkubur di pasir laut Pantai Brecong, Rabu malam lalu.

Adapun sepeda motor miliknya diduga dibawa lari Mulyono ke Jepara. Mayat Haryadi yang telah rusak itu oleh petugas Polres Kebumen dikirim ke RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta untuk diautopsi.

Diperkirakan, pemuda itu meninggal lebih dai 100 hari sebelumnya.Menurut penuturan Kades Kusmanto, sepeda motor milik Haryadi dibawa Mulyono ke Jepara berboncengan dengan pacarnya, seorang perempuan berinisial M, warga Brecong pula. Adapun penulis surat ke Bardan, orang tua Haryadi, Mulyono sendiri. Surat kedua ditulis famili Mulyono bernama S.

Surat palsu itu mengabarkan, selama ini Haryadi ''bekerja'' di Kupang (NTT). Kedua orang tua dan pamong desa tak percaya isi surat itu. Terbukti, Haryadi kemudian ditemukan tewas terkubur di Pantai Brecong.(B3-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA