| Senin, 30 Mei 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatTidak Memohon PembebasanKABUL - Stasiun televisi Afghanistan Minggu kemarin menayangkan rekaman video warga Italia yang disandera di Kabul sejak awal bulan ini. Dengan mengenakan kerudung, Clementina Cantoni (32), terlihat ditodong dua orang bersenjata. Saat diminta oleh seorang pria itu untuk menyebutkan hari, dia terlihat ragu-ragu berkata, ''Hari ini adalah tanggal 28 Mei, Minggu.'' Penyandera kemudian memerintahkan dia menyebutkan nama-nama kerabat dekatnya. Cantoni tampak pucat dan tidak memohon pembebasannya. Stasiun televisi Tolo tidak menyebutkan bagaimana mereka memperoleh rekaman video itu.(rtr-gn-25) Netanyahu Kantongi Rokok Menyala JERUSALEM - Mantan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu nyaris mencelakai dirinya sendiri saat diwawancarai wartawan radio di dekat ruang sidang kabinet, Minggu kemarin. ''Anda mencium bau asap?'' si reporter tiba-tiba menanyai Netanyahu, kini menteri keuangan, saat mereka sedang membahas keputusan kontroversial seputar mutasi panglima Angkatan Bersenjata Israel. ''Apa maksudnya?'' Netanyahu balik bertanya. Tokoh ini memang dikenal sebagai penggemar cerutu. ''Cerutu Anda masih menyala. Ada satu di kantong jas Anda, Menteri Netanyahu. Anda bisa terbakar,'' jawab si reporter dengan suara mulai terdengar panik. ''Eh?'' Netanyahu malah terlongo. Saat itu juga, Menteri Perumahan Isaac Herzog yang sedang menuju ruang sidang, datang menyelamatkan. ''Bibi, buang ke lantai. Buang ke lantai,'' kata Herzog. Bibi adalah nama akrab Netanyahu. Reporter itu kemudian bertanya kenapa Netanyahu mengantongi cerutu yang masih menyala. ''Di sini dilarang merokok,'' kata Netanyahu. ''Tetapi, mengapa menyalakan cerutu?'' desak si reporter. ''Saya tidak tahu kalau masih menyala,'' jawab Netanyahu.(rtr-gn-25) Eks PM Aziz Minta Bantuan LONDON - Surat kabar Inggris Minggu kemarin menerbitkan surat-surat yang menurut harian itu ditulis oleh mantan wakil perdana menteri Irak Tariq Aziz dari kamp keamanan AS yang dijaga sangat ketat di daerah pinggiran kota Bagdad. Dalam surat-suratnya itu, yang ditulis tangan dalam bahasa Inggris dan Arab serta diterbitkan di surat kabar The Observer, Aziz meminta bantuan internasional untuk mengakhiri situasi mengerikan yang dihadapinya. Mantan sekutu Saddam Hussein itu mengatakan, ia tidak bersalah dan ditahan secara ilegal. ''Saya telah dituduh secara tidak adil, tetapi hingga kini belum dilakukan penyelidikan secara resmi,'' tulis Aziz di salah satu suratnya. ''Penting sekali ada campur tangan atas situasi dan perlakuan mengerikan yang kami alami. Benar-benar sangat bertentangan dengan hukum internasional, Konvensi Jenewa dan hukum Irak seperti yang kami ketahui.''(ant-25) |