logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 PANTURA
Line

Akper dan Akbid Dilebur Jadi Stikes

  • Hari Ini Diresmikan

TUNTUTAN masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang makin tinggi membutuhkan tenaga kesehatan yang andal. Karena itu, perlu lembaga pendidikan lengkap.

Menghadapi tantangan tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekadjangan, Kedungwuni melebur dua lembaga pendidikan di bidang kesehatan yaitu Akademi Keperawatan (akper) Muhammadiyah dan Akademi Kebidanan (Akbid) Aisyiyah PKU Muhammadiyah Pekadjangan.

Peleburan dua institusi tersebut telah mendapat legitimasi formal dalam bentuk surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 43/D/O/2005. Dalam SK tersebut dua institusi itu resmi digabung dan berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pekadjangan, Pekalongan. Program studi yang diselenggarakan oleh Stikes adalah keperawatan jenjang program sarjana (S1) dan diploma tiga (D3) serta kebidanan jenjang diploma tiga (D3).

Stikes yang akan diresmikan hari ini (28/5), menurut Ketua Stikes dokter H M Achjat D SpOG, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya di Karesidenan Pekalongan.

''Stikes ini satu-satunya di Karesidenan Pekalongan, sehingga kita harapkan bisa menjadi penyedia tenaga kesehatan yang andal,'' ujarnya.

Untuk memenuhi harapan tersebut, Stikes juga telah memenuhi sarana dan prasarana. Penyediaan laboratorium sebagai ruang praktik mendapat prioritas.

Mini Hospital

Selain laboratorium keperawatan, kebidanan, komputer, dan bahasa, Stikes juga punya mini hospital. Tempat tersebut didesain layaknya sebuah rumah sakit merupakan tempat praktik bagi para mahasiswa. Maka, sejak dini mereka sudah dilatih untuk bekerja profesional di rumah sakit. ''Laboratorium gizi saat ini tengah kami bangun,'' ujar Pembantu Ketua I, Nur Izzah P SKp MKes.

Untuk praktik luar, Stikes Muhammadiyah mempunyai jaringan luas di Jateng. Antara lain RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Batang, RSUD Pemalang, RSI Pekadjangan, RS Siti Khodijah, RSJ Magelang, RS Muhammadiyah Parakan.

Apalagi proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya keperawatan, sampai 2020 masih akan sangat dibutuhkan. Proyeksi penyediaan tenaga keperawatan sampai tahun 2020 diperkirakan berjumlah 67.953, padahal proyeksi kebutuhannya 171.933 orang. (Muhammad Burhan-52s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA