| Sabtu, 28 Mei 2005 | PANTURA |
Rekanan Cemaskan Realisasi Proyek Molor
TEGAL - Kabar penyusunan APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2005 yang diminta Gubernur Jateng untuk direvisi, kini merembet ke kalangan rekanan. Setelah Aliansi Masyarakat Tegal berniat untuk bertemu dengan Gubernur, kini giliran rekanan yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) cemas kalau revisi tersebut berdampak pada realisasi proyek. Pasalnya, menurut Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Gapensi Asmawi Azis, revisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan pelaksanaan proyek. ''Bisa saja agenda proses pelaksanaan proyek itu molor. Ini bisa saja terjadi jika pengguna anggaran, dalam hal ini Pemkot, menunda pelaksanaan proyek dengan alasan lagi direvisi,'' katanya, kemarin. Dampaknya, kata dia, rekanan akan kerepotan menyesuaikan masa pelaksanaan proyek dengan jadwal akhir masa tahun anggaran habis. ''Selain itu, rekanan akan dibayang-bayangi persoalan teknis karena melewati musim hujan dan harga bahan material biasanya naik. Ini tentu saja akan memengaruhi kualitas hasil pelaksanaan sebuah proyek.'' Dari kekhawatiran itu, Asmawi mengatakan, meski ada revisi APBD, pihaknya meminta Pemkot untuk tidak menunda pelaksanaan proyek. ''Proses pelaksanaan seperti lelang tetap harus dilaksanakan, dan kami menghendaki ada kepastian kebijakan dari Pemkot, mengingat proyek yang telah dirumuskan dalam APBD itu menyangkut kepentingan publik,'' tandasnya. Belum Ada Instruksi Terpisah, Kepala Subdin Perencanaan DPU Ir Gito Musriyono ketika dimintai konfirmasi mengatakan, sepengetahuan dia, sejauh ini belum ada instruksi yang meminta penundaan pelaksanaan sejumlah proyek. ''Saya belum tahu perkembangan terakhir menyusul adanya revisi APBD. Yang jelas sampai kini belum ada instruksi penundaan.'' Kendati demikian, dia mengatakan, apa pun alasan dari rekanan, jika proyek yang sudah dilelang itu terealisasi maka kualitas proyek harus memenuhi standar. ''Risiko mengenai musim hujan atau harga bahan material itu naik sudah menjadi tanggung jawab rekanan,'' jelasnya. Ketua DPRD H A Ghautsun menambahkan, untuk melakukan revisi APBD pihaknya bersama Tim Anggaran Pemkot sampai kini masih menunggu jawaban dari Gubernur untuk melakukan pertemuan. ''Kami bersama Tim Anggaran akan melakukan evaluasi setelah ada kejelasan terperinci dari Gubernur soal revisi APBD yang dimaksud,'' jelasnya. (G12-52n) |