logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 PANTURA
Line

Lagi, Polisi Temukan Bukti Kejahatan Riswanto

PEKALONGAN - Pengembangan polisi terhadap kasus kejahatan yang dilakukan kelompok Riswanto membuahkan hasil. Polisi kemarin menyita seekor sapi hasil kejahatan kelompok itu. Sapi tersebut milik Amat (45), warga Coprayan, Kecamatan Buaran, yang dicuri para tersangka sebulan yang lalu dan telah dijual Rp 2,1 juta kepada Daam (60), warga Desa Sili, Kecamatan Tirto.

Kapolresta AKBP Drs Edy Suyanto melalui Kapolsek Buaran Iptu Agus Purwoto mengatakan, bukti lain kejahatan kelompok Riswanto masih bisa ditemukan. Pasalnya, selama ini mereka diketahui sering melakukan pencurian.

Hal itu juga diperkuat dengan banyaknya laporan dari masyarakat yang menyatakan kelompok tersebut selain membuat onar juga sering mencuri barang ataupun hewan piaraan warga. "Yang jelas, kami bersama Polresta terus mengembangkan kasus ini. Sebab disinyalir masih banyak bukti lain yang belum ditemukan," katanya.

Agus menjelaskan, barang bukti baru itu ditemukan setelah ada pengakuan para tersangka ketika diperiksa. Saat itu mereka mengaku telah melakukan sejumlah pencurian dan hasilnya telah dijual, termasuk sapi tersebut.

Larikan Diri

Dari keterangan itu, pihaknya bersama Satreskrim Polresta melakukan pelacakan dan memburu seorang tersangka yang melarikan diri dengan inisial S.

"Selain melacak sejumlah barang bukti, kami juga memburu seorang tersangka yang kabur," kata Agus.

Seperti telah diberitakan (Suara Merdeka, 26/5), setelah melakukan pencurian berulang-ulang, kelompok tersebut tertangkap saat mencuri di sebuah pabrik kosong di Desa Coprayan, Kecamatan Buaran, Rabu (25/5) sekitar pukul 01.00. Mereka adalah Malik (25), Widiyanto (27), Iktiar (25), Priyanto (29), Tapsir (28), Riswanto (32), Susanto (21), Amin (25), dan Harsono (26), semuanya warga Desa Coprayan. Dari tangan para tersangka itu polisi menyita sebuah mesin las dan empat kuintal besi curian.

Sementara itu, Daam, saat dimintai keterangan di hadapan petugas mengatakan, dirinya tidak mengetahui asal-usul sapi yang berumur 1,5 tahun itu. "Saya tidak tahu kalau sapi yang saya beli seharga Rp 2,1 juta itu merupakan hasil curian," katanya. (H17-52hn)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA