| Sabtu, 28 Mei 2005 | PANTURA |
Batang Expo Direncanakan Kembali DigelarBATANG - Pekan Promosi Batang Expo yang dijadikan sebagai ajang Pemkab untuk memperkenalkan produk unggulan, direncanakan akan digelar kembali tahun ini. Melalui kegiatan itu, diharapkan akan lebih menggairahkan pedagang. Acara itu sebenarnya sudah ditunggu-tunggu pelaksanaannya oleh pedagang, namun belum ada kepastian kapan akan diselenggarakan. ''Kami memang sering didatangi para pedagang, baik pengusaha maupun pengrajin. Intinya, mereka menanyakan kelangsungan Batang Expo,'' ujar Kabag Perekonomian, Gigih Sayogo SH. Menurut dia, Batang Expo kali pertama digelar 18-25 Oktober 2003. Saat itu, kegiatan yang diikuti 162 stan itu menyedot perhatian banyak pengujung. ''Untuk kali pertama di Batang ada pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu pembuatan emping raksasa. Itulah, yang menjadi tonggak bagi promosi daerah,'' ujar alumnus FH Untag itu. Di sisi lain, banyak produk khas yang diborong pengunjung. Batik asli ''Alas Roban'' dan aneka makanan khas daerah, juga menjadi lebih dikenal masyarakat. Lokasi Batang Expo yang berada di alun-alun, mendukung animo masyarakat untuk menyaksikan. ''Sama seperti tahun sebelumnya, Batang Expo tahun ini juga akan kami laksanakan di alun-alun. Itu dengan pertimbangan letaknya yang strategis, berada di jalur pantura, sehingga banyak pengguna jalan yang kebetulan lewat menyempatkan diri untuk melihat acara itu,'' ujar mantan Kabag Humas tersebut. Batang juga terkenal dengan makanan lontong opor ayam, dan pengananan seperti emping melinjo serta kerupuk kulit ikan. Di samping itu, juga hasil sayuran, seperti kentang dari Gerlang dan teh Pagilaran dari Kecamatan Blado, atau daun solong asli Candigugur, Bawang. ''Harapan kami, nantinya bisa merespons keinginan masyarakat. Sehingga, Batang Expo bisa diselenggarakan tahun ini,'' ujar Gigih.(ar-52a) |