| Sabtu, 28 Mei 2005 | PANTURA |
Senin Mulai DikerjakanPemborong Perbaiki Bendung KedungdindingBUMIAYU- Desakan warga Pruwatan agar perbaikan bendung Kedungdinding segera dikerjakan sebelum habis masa pemeliharaan, dipenuhi pihak kontraktor. CV Era Chandra Brebes selaku pelaksana proyek itu, kemarin mulai melakukan persiapan perbaikan. Direktur CV Era Chandra, Danang mengatakan, awal pekan ini telah menyelesaikan persiapan alat-alat dan mes untuk tenaga kerja. Dia menargetkan, Senin (30/5) pekerjaan sudah dapat dimulai. Danang menjamin pekerjaan kali ini lebih baik dan memperhatikan mutu bangunan. Perbaikan diperkirakan sudah selesai sebelum masa pemeliharaan berakhir, Sabtu (18/6). Kepala Desa Pruwatan HM Masturo menyambut baik langkah pemborong tersebut. Namun, dia meminta pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. Dia menegaskan pemerintah desa (Pemdes) bersama elemen masyarakat akan mengawasi kegiatan perbaikan. Langkah itu untuk memastikan pekerjaan benar-benar dilakukan dengan baik sesuai dengan ketentuan. Dia mengemukakan, terdapat banyak kejanggalan yang ditemukan pada hasil bangunan proyek Kedungdinding sebelumnya. "Saya bukan ahli bangunan, melainkan orang awam dapat menilai bangunan Kedungdinding amburadul," kata dia. Hal itu terbukti ketika bendungan jebol. Materi dalam fondasi bendungan ternyata hanya berisi bongkahan batu-batu tanpa campuran adonan semen. Akibatnya, selang beberapa waktu kemudian fondasi tanggul bagian barat pun ikut jebol. Kepala desa meminta pekerjaan yang akan dilakukan melibatkan masyarakat sekitar seperti sebagai buruh atau di bidang lain. Tujuannya agar masyarakat ikut terlibat sehingga muncul rasa ikut bertanggung jawab. Beberapa Aspek Sementara itu, Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Desa Pruwatan H Isroil meminta kualitas bangunan tidak seperti sebelumnya. Dia menyoroti beberapa aspek yang dinilai kurang baik dalam pekerjaan lalu. Sebagai contoh, bahan adukan yang tidak sesuai dengan komposisi antara semen dan pasir. Jenis pasirnya pun dinilai terlalu banyak mengandung lumpur. Yang lebih fatal, dia melihat fondasi dalam bangunan hanya diisi batu kosong. "Bikinnya saja seperti itu, nggak heran kalau bangunan itu ambruk," kata dia. Sekadar mengingatkan, proyek bendung Kedundinding di Sungai Pemali Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes dikerjakan akhir tahun lalu dengan dana APBD II Rp 420 juta. Dia berharap bendungan sepanjang 44 meter dengan ketinggian 2,5 meter itu akan mengairi 70 ha lahan sawah di Desa Cinanas dan Pruwatan yang telah mangkrak lebih dari lima tahun. Karena waktu terlalu pendek, pekerjaan terpaksa dikebut hanya dalam beberapa minggu. Itu pun sempat terhenti beberapa hari, karena permukaan air meninggi di Sungai Pemali. Selama beberapa kali dihantam arus, bangunan bednung tidak masalah. Hanya, ketika banjir besar di Sungai Pemali awal Desember 2004 yang menghanyutkan sejumlah peralatan proyek dan menjebol kisdam (bangunan penahan air di depan tanggul). Justru ketika air dalam kondisi surut, Selasa (22/3) bangunan yang baru jadi itu ambruk. Kejadian ambruk bertepatan dengan azan Luhur berkumandang. Menyusul kejadian itu, warga menuntut pihak pemborong memperbaiki bangunan. (H16-52s) |