| Sabtu, 28 Mei 2005 | PANTURA |
KPUD Ubah Jumlah TPS
PEKALONGAN - Dalam pemilihan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan 5 Juni mendatang, KPUD hanya menyiapkan 415 tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding dengan pilpres tahun lalu yang mencapai 698 TPS. Itu dilakukan karena jumlah pemilih dalam satu TPS yang semula maskimal 300 orang, dalam pilwalkot ditingkatkan menjadi 400-500 orang. Ketua KPUD Kota Pekalongan drh Kasbollah kemarin menjelaskan dasar ditingkatkannya jumlah pemilih itu, yaitu karena turunnya perpu yang memperbolehkan jumlah pemilih dalam satu TPS sebanyak-banyaknya 600 orang. Dengan adanya penambahan jumlah pemilih dalam satu TPS, secara otomatis beberapa TPS harus digabung. "Ada 283 TPS yang terpaksa digabung dengan TPS lain," katanya. Alasan penggabungan itu adalah semata-mata efisiensi. Dengan digabungkannya 283 TPS, berarti sedikitnya ada efisiensi petugas TPS 2.547 orang. Itu terjadi karena setiap TPS akan memerlukan sembilan tenaga, termasuk dua petugas keamanan. Meski demikian, kata dia, penggabungan TPS itu kini sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan logistik untuk pemungutan suara pun kini sudah mulai disiapkan secara matang. Misalnya surat suara untuk 190.130 pemilih, termasuk cadangan 2,5 % dari jumlah itu sudah ada di KPUD. "Kini petugas KPUD sedang menyortir surat suara itu, termasuk melipatnya, sehingga dalam waktu dekat segera dikirimkan ke PPK," katanya. Bukan hanya itu, formulir berita acara, bilik, kotak suara, alat coblos, dan alas pencoblosan kini sudah dikirim ke PPK. Diharapkan beberapa peralatan itu sudah sampai ke PPS pada H-5 dan pada TPS H-1. "Yang jelas, sampai kini persiapan pencoblosan tidak ada kendala dan diharapkan pada hari H dapat berjalan lancar seperti diharapkan," katanya. Mengenai TPS di tempat khusus, menurut dia juga disediakan di RSUD Pekalongan, RS Siti Khodijah, RS Budi Rahayu, dan lembaga pemasyarakatan. Adapun di terminal dan stasiun yang dalam pilpers dulu disediakan, kini tidak ada lagi. Itu dilakukan karena pemilih dalam pilwalkot hanya warga Kota Pekalongan. "Kalau pas berada di stasiun atau terminal, mereka kan bisa pulang untuk mencoblos," katanya. (A15-19n) |