logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Tak Menyesal Tinggalkan Liverpool

BERTAHUN-tahun bintang muda Inggris, Michael Owen, ingin merasakan nikmatnya menjadi juara. Entah itu merebut Piala Dunia, Eropa, atau setidaknya kejuaraan antarklub. Pokoknya yang kelas Eropa. Paling miskin, gelar juara liga.

Tetapi klub yang dibelanya, Liverpool, ternyata tak juga bangkit. Prestasinya bak bus besar yang sarat muatan, lambat dan terseok-seok. Kebintangannya di lini depan menjadi terasa tanpa arti. Maka pergilah Owen ke Spanyol, merantau di Real Madrid, untuk mencari "obat" dahaganya akan sebuah gelar. Namun siapa sangka Tuhan berkehendak lain.

Begitu Owen pergi, klub barunya -Real Madrid- yang sarat bintang justru terseok-seok. El Real gagal total, tak sebiji gelar pun mereka raih musim ini meski manajemen klub telah mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk mengumpulkan pemain-pemain level atas dunia. Ada David Beckham, Roberto Carlos, Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan Raul Gonzalez. Madrid bahkan sampai "rela" membuang Samuel Eto'o, serta Fernando Morientes yang akhirnya di-openi oleh Liverpool.

Sebaliknya, Liverpool yang dulu ngos-ngosan di kancah Eropa, sekonyong-konyong muncul ke atas, dan secara mengejutkan mencapai final Liga Champions -salah satu trofi yang dulu begitu didambakan oleh Owen. Padahal, The Reds tak mengeluarkan banyak duit untuk membangun klub musim ini.

Tapi Michael Owen menolak mengakui kalau dirinya iri dengan keberhasilan Liverpool. Striker utama Inggris itu mengatakan tidak ingin melihat ke belakang.

"Siapa yang tahu jika mereka bisa melaju ke final? Pendukung mengatakan bahwa waktu yang saya ambil untuk meninggalkan Anfield tidak tepat. Bagaimana saya atau orang lain tahu bahwa Liverpool bisa berbuat sejauh itu," kata Owen.

"Beberapa bulan lalu ketika mereka kalah di Piala FA dan harus berjuang di luar Liga Champions, pendukung berspekulasi itu mungkin musim penuh malapetaka bagi Liverpool," tambahnya. "Kemudian ada beberapa poin dan sekarang mereka tampil bagus, saya salut kepada beberapa kolega lama saya seperti Steven Gerrard, Dietmar Hamann dan Jamie Carragher. Saya harap itu menjadi langkah awal besar bagi era baru Liverpool." (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA