logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Persipur Siap Membalas Kekalahan

GROBOGAN-Pertandingan antara Persipur Purwodadi melawan Persijap Jepara dalam laga Piala Indonesia yang akan digelar sore nanti di Stadiona Krida Bhakti, Simpanglima, Purwodadi dipastikan akan berlangsung seru. Tuan rumah mendapat kesempatan membalas kekalahan telak 0-4 di Stadion Kamal Djunaidi. ''Kami akan berusaha memenangi pertandingan,'' kata Pelatih Persipur Hanafi di Stadion Krida Bhakti, kemarin.

Dia mengakui belum bisa mengalahkan gurunya, Rudy William Keeltjes. Namun, mantan asisten pelatih Deltras Sidoarjo itu akan berusaha untuk membalas kekalahan tersebut. ''Wajar kan jika seorang murid ingin melebihi gurunya?''

Untuk itu, setidaknya beberapa pemain yang sebelumnya tidak dapat merumput saat laga pertama seperti Sembiring, Wahyu Teguh, Alex, dan Budiana, akan diturunkan.

''Sebelumnya mereka tidak dapat diturunkan karena ada yang terkena akumulasi kartu kuning dan ada pula yang mengalami cedera,'' tuturnya. Rencananya, dia akan menurunkan Ari Supriarso (penjaga gawang), Abdulghani, Irwanto, Bangun Ujiono (belakang), Sembiring, Wahyu Teguh, Budiana, Alex Robinson (tengah), Leandro, Billity, dan Andi (depan).

Menurut Hanafi, walapun pertarungan melawan Persijap cukup berat, namun pertandingan tersebut dapat dijadikan tolok ukur menghadapi putaran kedua Kompetisi Divisi I Wilayah II yang rencananya akan dimulai awal Juni mendatang. ''Anak-anak tetap semangat untuk memenangi pertandingan,'' katanya.

Ditanya soal kesiapan menghadapi Kompetisi Divisi I, Hanafi mengatakan, pihaknya memang lebih konsentrasi menghadapi kompetisi. Dia menargetkan timnya masuk enam besar. ''Pada putaran pertama hasilnya sudah cukup bagus. Dalam klasemen sementara kami berada pada peringkat kedua,'' ujarnya.

Komposisi Terbaik

Pelatih Persijap Rudy William Keeltjes mengingatkan para pemainnya untuk tidak meremehkan Persipur. ''Piala Indonesia ini pertandingan di sela-sela kompetisi yang bisa dimanfaatkan pesertanya untuk menunjukkan dirin sebagai tim yang tak bisa diremehkan. Secara profesional saya katakan kepada anak-anak, selain mengejar prestasi, main bola adalah bekerja. Jadi, jangan pernah remehkan lawan,'' katanya.

Bagi dirinya, target menjadi yang terbaik di ajang Piala Indonesia merupakan sesuatu yang muluk-muluk. ''Tapi, kalau ada peluang untuk menang di setiap pertandingan, mengapa harus berhenti memacu prestasi,'' lanjutnya. Untuk menghadapi tim berjuluk Laskar Petir, yang setiap pemainnya memiliki mobilitas tinggi, dia tetap akan menurunkan komposisi terbaiknya. (H13,H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA