logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Fofee Akui Kwateh Striker Ngotot

SEMARANG-PSIS mengincar kemenangan pada leg kedua Copa Indonesia lawan Persibat Batang di Stadion Muh Sarengat, Sabtu sore ini. Kemenangan 2-0 pada pertandingan pertama di Stadion Jatidiri membuat Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan lebih percaya diri.

Apalagi, saat ini kondisi mereka lebih baik daripada saat tampil di Stadion Jatidiri. Dipastikan mereka akan tampil all out menghadapi anak-anak asuhan Suharno sore ini.

''Kondisi kami lebih bagus. Praktis, itu akan memengaruhi permainan kami saat pertandingan nanti. Paling tidak, kesalahan-kesalahan seperti saat pertandingan pertama lalu bisa kami minimalisir. Tidak salah jika kami optimistis bisa memenangi pertandingan tersebut,'' tegas striker Indriyanto Nugroho yang menyatakan siap jika diturunkan sebagai starter bersama Emmanuel de Porras.

Pemain belakang Fofee Kamara juga siap jika diinstruksikan Bambang Nurdiansyah meredam aksi-aksi striker Persibat yang juga mantan pemain PSIS, Roberto Kwateh. Pemain asal Liberia itu berjanji tidak akan memberikan kesempatan kepada penyerang yang juga asal Liberia itu masuk ke kotak penalti. Sebab, jika sampai lolos, dia akan membahayakan gawang I Komang Putra.

''Kwateh tipe striker yang ngotot dan penyelesai akhir yang baik. Dia sangat bahaya,'' tandasnya.

Hampir Seimbang

Saat ini, PSIS tak lagi hanya menggembleng fisik. Ball feeling mereka kembali diasah.

Dalam pekan ini mereka juga latihan teknik. Persentase latihan fisik dan teknik tersebut hampir seimbang.

Hal itu membuat otot-otot pemain tidak kaku lagi dan ball feeling pemain berangsur-angsur pulih.

''Kami semakin enjoy dalam memainkan bola,'' kata Indriyanto.

Persibat sendiri dinilai bukan tim yang patut diremehkan. Meski berada di Divisi I, namun permainan mereka relatif solid. Buktinya, di pertandingan sebelumnya mereka sempat mendikte permainan PSIS.

Bertanding di kandang sendiri, dipastikan Simon Atangana dan kawan-kawan akan lebih semangat. Karena itu, kebangkitan tim berjuluk Banteng Alas Roban dinilainya perlu diwaspadai.

''Kami tidak mau meremehkan Persibat. Sebab, mereka tim yang solid. Para pemainnya punya semangat dan motivasi yang tinggi,'' tandas mantan pemain Persijatim Solo FC itu.

Menimba Ilmu

Menghadapi PSIS, Pelatih Suharno memoles goal getter timnya. Itu dilakukan karena pada saat pertandingan tandang di Stadion Jatidiri banyak peluang yang dimiliki. Namun, peluang-peluang itu gagal saat penyelesaian akhir.

''Kami masih tetap ingin berguru dengan PSIS yang sudah malang melintang dalam persepakbolaan Indonesia. Lebih-lebih sekarang ini bercokol di peringkat kedua Wilayah I. Meskipun demikian anak-anak telah siap untuk menjamu,'' ujarnya.

Menurut dia, kondisi pasukannya sekarang dalam keadaan fit. Kondisi demikian menjadi modal untuk pertandingan sore ini.

Kekalahan 0-2 di Semarang, diharapkan tidak menjadikan pemainnya nervous. Apalagi, main dikandang sendiri di bawah dukungan penggemar setia.

Pertandingan melawan PSIS itu sekaligus dijadikan sebagai ajang menghadapi putaran kedua Divisi I. Mereka akan mengawali putaran kedua dengan bertandang ke Jakarta Utara.(H13,ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA