| Sabtu, 28 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Bhinneka Menang, Lolik DiusirMALANG - Bhinneka Sritex Solo menuai kemenangan keduanya di seri ke delapan A Mild Liga Basket Indonesia (IBL) setelah mengalahkan Kalila Jakarta 71-56 di GOR Bima Sakti Malang, Jumat malam. Tetapi mereka kehilangan I Made ''Lolik'' Sudiadnyana pada sisa 07:10 menit kuarter keempat akibat menendang Dian ''Odong'' Heryadi. Lolik melakukan sebuah lay up tetapi dilanggar oleh Odong dan keduanya terjatuh, dan dalam kejadian yang berlangsung singkat pemain timnas SEA Games itu menendang Odong memicu perselisihan dan menghentikan pertandingan hampir lima menit. Ofisial pertandingan Roy Bayumi langsung mengusir Lolik, yang kini terancam skorsing minimal satu pertandingan akibat tindakannya. Selain kehilangan Lolik, tiga pemain Bhinneka juga harus keluar lapangan karena melakukan lima kali technical foul, yaitu Anang Sulistyawan dan dua lainnya Anangga Kurniawan serta Daniel Iskandar keluar pada sisa lima menit sisa kuarter keempat. Pertandingan keras di kuarter keempat juga mengakibatkan keluarnya tiga pemain Kalila, Ponco Ariwibowo, Odong dan Yudhi Mardiansyah. Bhinneka menunjukkan kelasnya pada kuarter pertama saat unggul 23-8, tetapi tertatih-tatih setelah itu bahkan sempat terpaut tiga angka atas lawannya pada akhir babak pertama. Tampil Buruk Bertumpu pada kandidat rockie terbaik musim Kelly Purwanto, yang tampil atraktif, Kalila sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan saat menempel terus hingga akhir kuarter ketiga. Tetapi Kelly, yang menyumbang 10 angka, keletihan di paruh akhir kuarter keempat dan Kalila gagal mengejar Bhinneka, yang bermain tanpa Lolik pada sisa tujuh menit kuarter keempat. Lolik menyumbang 19 angka bagi Bhineka, 10 di antaranya dari tembakan bebas, plus 21 angka dari Dhanny Harahap. Rustawijaya menjadi pencetak angka terbanyak dalam pertandingan saat membukukan 23 poin bagi Kalila. ''Kami hanya bagus pada kuarter pertama, selebihnya sangat buruk. Bahkan Kalila sebenarnya punya peluang untuk menang,'' kata asisten pelatih Bhinneka Sapto Heru Purnomo. ''Para pemain masih belum bisa mengendalikan emosinya, jadi ketika ada sedikit kesalahpahaman di tim yang diandalkan bukan lagi daya baca dan rasionalitas, tetapi emosi,'' katanya. Sapto sendiri menganggap keputusan wasit mengusir Lolik sebagai hal wajar.(jo,ant-28) |