| Sabtu, 28 Mei 2005 | NASIONAL |
Korban Lumpuh Layuh BertambahSALATIGA - Korban lumpuh layuh yang sebelumnya menyerang sejumlah santri Pondok Pesantren Agro Nuur El Falah Dharma Lestari Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga bertambah seorang. Dengan demikian, jumlah korban yang dirawat di RSUD Kota Salatiga menjadi 10 santri. Korban tambahan yang masuk Jumat (27/5) siang itu bernama Muhammad Taufik (18) asal Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang setelah diketahui mengalami gejala-gejala yang sama dengan para pasien sebelumnya. Taufik menempati bangsal di RSUD bersama rekan-rekan santri lainnya yang masih dirawat karena lumpuh layuh. Dia diketahui menderita gejala tersebut setelah Dinas Kesehatan Kota Salatiga (DKK) yang dipimpin dokter Suryaningsih MKes, dokter Gamasita SpoG (ahli saraf RSUD Salatiga), dan Kepala Puskesmas Sidorejo dokter Nani Setyawati MKes meninjau pesantren itu, Jumat (27/5) pagi. Berdasarkan pengamatan tenaga kesehatan tersebut, ditemukan beberapa santri yang menderita gejala flu yang disertai rasa kesemutan pada bagian kaki dan betis mereka. Tenaga kesehatan tersebut juga menyayangkan kondisi pesantren yang kurang sehat, termasuk ruang tempat menginap para santri yang melebihi kapasitas. ''Begitu ada pasien yang teridentifikasi terserang lumpuh, kami sarankan agar segera dibawa ke RSUD,'' ujar Suryaningsih. Untuk mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh virus, DKK Salatiga telah mengambil langkah antisipatif dengan memberikan vitamin kepada para santri di pesantren yang dihuni 103 santri itu. Tujuan pemberian vitamin tersebut adalah untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka yang belum terjangkit penyakit lumpuh tersebut. Muhammad Irfan (24), pengasuh pesantren menuturkan, pondok yang didirikan pada 2002 itu memiliki santri yang sebagian besar dari luar Jawa . (H2-34j) |