| Sabtu, 28 Mei 2005 | NASIONAL |
Denah Sasaran Teroris DitemukanJAKARTA - Intelijen Polri menemukan denah Kedubes AS yang diduga buatan para teroris. Mereka tetap siap siaga karena bisa jadi gambar tersebut hanya intrik intelijen lawan untuk mengelabui kepolisian. "Memang ada gambar yang menunjukkan denah Kedubes AS yang kemungkinan dijadikan sasaran serangan para teroris," ujar Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar di Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta, Jumat (27/5). Berdasarkan informasi tersebut, ujar Da'i, otoritas AS lalu menyatakan ada kemungkinan bakal perjadi penyerangan. Kepolisian pun langsung mengantisipasi dan terus mengembangkan informasi-informasi yang mereka peroleh. "Ini untuk mencari posisi otak pelaku terorisme Dr Azahari dan Noordin M Top," tandas Da'i. Polri juga memperkuat penjagaan di tempat-tempat yang kemungkinan berpotensi terjadi tempat penyerangan. Namun, lanjut Da'i, bisa jadi hal ini merupakan intrik dari intelijen lawan untuk mengecoh kewaspadaan polisi. "Bisa juga hal tersebut merupakan tipuan sebagai penyesatan yang dilakukan oleh para pelaku teror tersebut." Da'i menjamin, aparat kepolisian tidak akan terjebak dan tertipu dengan permainan itu. Untuk mencegah hal tersebut, aparat kepolisian kini sikap berjaga-jaga di setiap tempat. "Sebab, bisa jadi yang di denah itu adalah Kedubes AS tapi praktik di lapangan bisa jadi tempat lain. Namun, semua ini baru analisis dari intelijen," paparnya. Berkaitan dengan penutupan Kedubes AS, pemerintah meminta negara itu menjelaskan secara gamblang penutupan kedubes dan konjennya di Indonesia. Hal itu disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa di Departemen Luar Negeri Jalan Pejambon Jakarta Pusat, Jumat (27/5). Untuk menindaklanjuti hal itu, ujar Marty, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda telah bertemu pejabat Pemerintah AS di Washington untuk meminta konfirmasi mengenai alasan tersebut. "Intinya, perlu ada komunikasi terus-menerus antara Deplu dan AS agar keputusan menutup tidak salah ditafsirkan dan AS harus menjelaskan perihal penutupan kantor perwakilannya tersebut," ungkapnya. Sementara itu, Kedubes Jepang di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (27/5) juga dijaga ketat personel Polda Metro Jaya. Belum diketahui mengapa penjagaan di kedubes itu disetarakan dengan Kedubes AS, Inggris, dan Australia.(dtc-46j) |