logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 NASIONAL
Line

Banyak Kiai Menerima Teror

SURABAYA - Menjelang pembukaan perhelatan Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB versi Alwi Shihab-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, banyak SMS bernada teror masuk ke ponsel milik para petinggi PKB Jatim.

"Bahkan, SMS bernada teror ke Hp saya penuh, sampai tak muat. Kendati demikian, saya tetap meminta kepada semua unsur pengamanan munas dan mukernas ini sabar dan bersikap persuasif," ungkap Ketua Pelaksana Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB Choirul Anam, Jumat (27/5) petang kemarin, setelah apel pengamanan munas. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Choirul Anam.

Apel diikuti 2.000 peserta dari Banser NU Jatim, Garda Bangsa, Satgas PKB, dan lain lain. Choirul Anam mengemukakan, pihaknya meminta kepada Banser, Garda Bangsa, dan Satgas PKB bersikap persuasif terhadap semua pihak yang terkait langsung ataupun tak langsung atas pelaksanaan munas dan mukernas.

"Kalian semua didatangkan ke sini untuk membantu pengamanan, modalnya hanya kesabaran. Tak ada modal lain," ingatnya.

Dia menekankan, pengerahan 2.000 aparat pengamanan tersebut bukan lantaran munas sekarang dihadapkan pada banyaknya musuh politik yang tak menghendaki perhelatan itu digelar. Juga, bukan untuk menghadapi ancaman teror pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Jika ada suara dari luar misalnya, akan ada kekacauan pada kegiatan ini, anggap saja itu isu dan tak bakal terjadi. Insya Allah, tak ada kekacauan pada munas dan mukernas sekarang. Untuk itu, saya ingatkan Saudara-saudara bersikap persuasif, sopan, dan tak main hakim sendiri.''

Dalam konteks sekarang, lanjut dia, PKB menghadapi cobaan sangat berat. Ada pembelahan politik PKB pimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)-Muhaimin Iskandar versus PKB Alwi Shihab-Gus Ipul. Forum Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB akan dijadikan jalan untuk mencari penyelesaian konflik tersebut. "Jadi, kalian didatangkan ke sini bukan untuk menghadapi musuh."

Orang dekat Gus Ipul, Chotibul Umam Wiranu, menyebutkan, ada beberapa agenda penting yang dibahas, antara lain soal usulan amandemen AD/ART PKB, mengembalikan PKB ke pangkuan ulama NU, dan mensyaratkan ketua umum PKB mendatang harus tokoh NU.

Di samping itu, hasil keputusan munas dicantumkan di dalam AD/ART sehingga sifat keputusannya mengikat organisasi PKB secara kelembagaan. "Ini tak main-main," tandasnya.

Dengan agenda seperti itu, kelihatannya para kiai sepuh NU tak ingin konflik yang terjadi di PKB sekarang terulang pada masa depan. Karena itu, pengaruh dan otoritas mereka sebagai pendiri dan pemegang saham sah PKB tak bisa dinafikan pihak lainnya di internal partai itu. Umam optimistis, konflik di PKB mampu terselesaikan dengan baik.

Sementara itu, perhelatan Mukernas PKB yang digelar kubu Gus Dur-Muhaimin Iskandar ataupun Alwi Shihab-Saifullah Yusuf mengundang sederet kiai-kiai sepuh NU. Namun, ternyata ada di antara mereka yang luput dari undangan kedua kubu PKB tersebut. Padahal, mereka termasuk deklarator PKB, seperti KH Muchit Muzadi.

"Ya, saya ucapkan alhamdulillah tak diundang kedua kelompok yang sedang bertikai di PKB sekarang," ujarnya.

Padahal, kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu termasuk salah seorang deklarator PKB. Dengan demikian, kiai sepuh NU yang tak memiliki pondok itu merupakan figur yang tahu seluk-beluk sejarah, kultur, dan filosofi pendirian PKB sebagai wadah berpolitik bagi warga NU.

Utusan Jateng

Utusan DPW PKB Jateng versi MLB Yogyakarta, kemarin bertolak ke Surabaya. Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB KH Hanif Muslih mengungkapkan, sedikitnya 200 utusan mengikuti kegiatan tersebut.

Utusan yang berangkat terdiri atas perwakilan tiap-tiap cabang dan DPW. Dia mengharapkan, tiap-tiap DPC mengirimkan lima kiai termasuk ketua Dewan Syuro DPC, dua orang struktural, dan tiga orang nonstruktural.

Dia menyebutkan, kiai Poros Langitan, Lirboyo, dan Krapyak akan menghadiri acara tersebut.

Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Abdurrahman Chudlori menjadi salah seorang kiai yang mengundang. ''Mbah Dur sudah pasti hadir, beliau kan yang turut mengundang,'' ujarnya.

Dari Yogya dilaporkan, Mahfud MD menegaskan, islah bagi konflik PKB bisa ditempuh. Sebab, Gus Dur dan KH Abdullah Fakhih dari Langitan bakal bertemu. Dalam pertemuan kelak, Gus Dur akan mewakili PKB Muhaimin dan Abdullah Fakhih mewakili kubu Alwi Shihab.

Kendati bersedia ketemu, keduanya mengajukan syarat yang bertentangan. Gus Dur meminta agar PKB versi Mukernas Semarang disahkan sedangkan Abdullah Fakhih meminta agar Mukernas Semarang dievaluasi. Meski demikian, perbedaan itu tidak akan menghalangi jalannya pertemuan.(G14,di,D19,G1,G7-14j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA