logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 NASIONAL
Line

Kiai Sepuh NU Gelar Pertemuan Khusus

  • Rumuskan Taushiyah Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB

SURABAYA-Sebelum dibuka Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB versi Alwi Shihab-Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sekitar 50 kiai sepuh NU dari Poros Langitan dan Poros Lirboyo menggelar pertemuan khusus di ruang Anjasmoro, Hotel Sahid Surabaya, Jumat malam (27/5). Hingga pukul 22.00 WIB pertemuan masih berlangsung.

Para kiai dari Poros Langitan dan Poros Lirboyo yang menghadiri pertemuan itu, antara lain KH Idris Marzuki (Pondok Lirboyo Kediri), KH Zainuddin Djazuli (Pondok Ploso Kediri), KH Muhaiminan Gunardo (Parakan Temanggung Jateng), Yahya C Staquf (Pondok Raudhlatut Tholibin Rembang Jateng), KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Ubaidillah Faqih (Pondok Langitan Tuban), KH Warsun Munawwir (Pondok Krapyak Yogyakarta), KH Hanif Muslich (Ketua PKB Jateng), KH Masduki Mahfudz (Ketua Syuriah NU Jatim), KH Nurul Huda Djazuli (Pondok Ploso Kediri), KH Anwar Iskandar (Ketua Dewan Syuro PKB Jatim), dan lainnya.

Sifat pertemuan yang digelar para kiai sepuh NU tersebut tertutup. Sekitar pukul 21.30, para kiai sedang mendengarkan pandangan-pandangan yang disampaikan mantan Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mahfud MD mengenai kasus hukum yang melilit PKB sekarang. Mahfud dihadirkan sangat proporsional. Sebab, pakar hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu, dinilai berpengalaman menangani kasus hukum PKB Kalibata versus PKB Batutulis di bawah pimpinan Matori Abdul Djalil. Kasus hukum itu, akhirnya dimenangkan PKB Kalibata yang dipimpin Gus Dur-Alwi Shihab.

Sekjen DPP PKB hasil MLB Yogyakarta, Gus Ipul di sela-sela pertemuan tertutup itu menyatakan, para kiai sepuh NU sedang merumuskan dan membahas draft taushiyah (rekomendasi) alim ulama, yang akan disampaikan pada Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB nanti. ''Yang jelas, para

kiai berpendapat bahwa muktamar adalah jalan islah untuk mengintegrasikan semua potensi PKB yang sekarang terlibat konflik,'' katanya.

Muktamar PKB dimaksud bukan muktamar yang telah diselenggarakan di Hotel Patra Kota Semarang, yang menghasilkan keputusan Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syuro dan Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar.

''Mengenai waktu dan tempat muktamar belum ditentukan. Ya, kami tunggu saja bagaimana keputusan para kiai nanti.''

Kemungkinan besar mengenai waktu dan tempat muktamar PKB akan dibicarakan dan diputuskan dalam Mukernas PKB di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Gus Ipul menegaskan, jika nanti muktamar PKB digelar, maka semua komponen yang terkait dengan partai itu pasti diundang. ''Kami usahakan rumusan taushiyah itu bisa kami sepakati pada malam ini (kemarin malam-Red),'' tegas Gus Ipul. (di, G14-34)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA