logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 SEMARANG
Line

800 Ha Padi di Demak Diserang Hama Wereng

DEMAK - Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Demak terancam gagal panen karena wereng cokelat. Hama itu menyerang sejumlah areal persawahan di enam kecamatan, yakni Gajah, Mijen, Dempet, Demak Kota, Karanganyar, dan Bonang.

Untuk membasmi hama wereng tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak memberikan bantuan berupa obat Applaod kepada sebagian petani. Obat itu dapat membasmi wereng hingga ke telurnya.

Hasil monitoring Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Demak, diketahui sekitar 800 hektare tanaman padi terserang hama itu dengan stadium sedang. Namun setelah disemprot obat, tanaman mulai membaik.

Sementara itu, 6.600 hektare tanaman padi di daerah lainnya juga terserang hama yang sama. Namun stadiumnya masih ringan.

YMT Kabag Inkom Setda Demak Ir Heru Budiyono yang juga mantan Kasi Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian mengatakan, serangan hama wereng cokelat di Demak belum terlalu membahayakan. Sebab sebagian besar petani sudah mengetahui cara penanggulangannya, yakni dengan menyemprot obat Applaod.

Kendati demikian, masih ada sejumlah areal tanaman padi yang puso setelah diserang wereng. Areal pertanian yang dikatagorikan fase genting /gawat, di antaranya sebagian padi Desa Ngelo Wetan Kecamatan Mijen, Desa Mlatiharjo (Gajah), dan Desa Wonorejo (Karanganyar).

Menurut penuturannya, padi menjadi puso karena petani penggarap kurang tanggap terhadap hama. Ketika ada sebagian kecil tanaman yang terkena wereng, harusnya segera disemprot dengan obat hama.

"Karena hama wereng itu biasanya mengelompok ketika menyerang padi. Artinya, dari sekian hektare padi yang terserang wereng hanya sebagian kecil saja. Petani dapat mengetahuinya dari kelompok padi yang mengering," terang Heru.

Dengan demikian, lanjut dia, apabila petani mengetahui ada padi yang terkena wereng, segera mungkin melakukan penyemprotan. Hama wereng itu menyerang tanaman padi dengan cara menggerogoti batang padi sehingga tanaman akan mati dalam kurun waktu empat hari. Padi yang diserang hama itu biasanya berumur 40 hari hingga 50 hari atau ketika mulai mekar berisi.

Sebaiknya, lanjut dia, ketika melakukan penyemprotan diarahkan ke batang padi dan tidak melakukan penyemprotan hanya di permukaan saja.

"Kalau yang disemprot permukaan saja, telur atau hama wereng yang berada di tubuh tanaman tidak terkena obat. Akibatnya penyemprotan itu tidak efektif."

Sebenarnya ada musuh alamiah hama wereng, yakni capung, sejenis jamur tanah, dan sebagainya. Namun mereka musnah akibat pengobatan tanaman yang melebihi dosis. Pengobatan yang berlebihan tersebut dapat mengakibatkan mereka musnah.

Baedhawi, seorang petani padi di Mijen yang tanamannya terkena wereng mengaku cemas bila gagal panen. Sebab dari setengah bahu sawah yang ditanami padi itu, seperempat mengering karena terserang hama wereng.

"Saya sangat khawatir, tetapi masih bisa bersyukur karena ancaman gagal panen agak tertanggulangi," ujarnya. (H1-56vm)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA