| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Kendal Dipasok 400 Ton Pupuk UreaKENDAL- Komisi B DPRD Jateng menyatakan kesiapannya untuk menjembatani persoalan kekurangan pasokan pupuk anorganik di wilayah Kendal. Terkait dengan persoalan itu, komisi yang salah satunya membidangi sektor pertanian tersebut telah meminta PT Pusri Jateng supaya menambah pasokan pupuk ke wilayah itu. "Dalam beberapa hari ini, PT Pusri Jateng menyalurkan tambahan pupuk urea ke Kendal 400 ton. Untuk kali pertama, disalurkan 250 ton dan kemudian 150 ton. Seluruh pupuk anorganik itu langsung disalurkan kepada para agen di daerah Kendal," kata Ketua Komisi B DPRD Jateng Khafid Sirotudin kepada Suara Merdeka, saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin. Kontrol ke Petani "Kami siap menjembatani jika persoalan serupa kembali terulang. Di sisi lain, pihak PT Pusri juga menyatakan kesiapannya untuk memasok berapa pun pupuk urea sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ada kemungkinan, berkurangnya pasokan pupuk di Kendal itu dikarenakan pupuk dilarikan ke daerah lain. Dengan pertimbangan harga jualnya agak tinggi," kata Khafid, wakil rakyat asal Kecamatan Weleri, Kendal. Jika ada persoalan tentang pertanian, ungkap dia, Dinas Pertanian Pemkab Kendal selaku leading sector diminta bersikap proaktif. "Dinas Pertanian harus mengontrol permasalahan yang dihadapi petani di wilayahnya. Sehubungan masalah kekurangan atau kelangkaan pupuk ini, dinas secara rutin juga perlu melakukan pengontrolan ke para agen pupuk." Sebab, tutur dia, imbauan untuk melakukan pemupukan secara berimbang tanpa dibarengi ketersediaan pupuk yang memadai akan berdampak pada produktivitas pertanian. Dari situ dapat berimbas negatif dengan terganggunya swasembada pangan. "Bagi para pengecer dan agen pupuk, kami mengimbau dalam memasarkan pupuk tersebut didasarkan pada kontrak kerja yang telah dibuat dengan PT Pusri," katanya. Seperti diberitakan (SM, 25/5), memasuki musim tanam padi di wilayah Kendal, jumlah pasokan pupuk urea berkurang drastis. Hal itu diperkirakan berlangsung dua minggu terakhir. Dampaknya, masih sebatas dirasakan sejumlah toko/ pengecer pupuk. (G15-56s) |