| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Digadang-gadang Jadi PolisiKEBANYAKAN polisi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, menginginkan salah seorang putranya mengikuti langkahnya. Seperti halnya Ir Heru Budiyono. YMT Kabag Inkom Pemkab Demak yang baru dilantik ini mengaku, pernah digadang-gadang ayahnya untuk menjadi seorang polisi. Maklum, ayahnya pernah menjadi perwira di jajaran Polres Klaten. Ketika lulus SMA, Heru mengikuti seleksi penerimaan polisi. Namun dia gagal pada tes fisik. Namun ayahnya tetap mendorong agar Heru ikut wajib militer (wamil) setelah merampungkan kuliah. Seusai kuliah, pria yang kini berusia 44 tahun ini sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk mendaftar wamil. Namun sebelum niatnya kesampaian ada lowongan PNS. "Waktu itu saya coba-coba. Kalau lolos ya syukur, kalau tidak ya ikut wamil," katanya. Ternyata, dari coba-coba tersebut berbuah keberhasilan. Dia diterima sebagai PNS di lingkungan Dinas Pertanian Provinsi Jateng. Kenyataan itu membuat keinginan dia untuk ikut wamil sedikit berkurang. "Dalam benak saya, ada rasa ingin mewujudkan harapan orang tua. Tetapi bukankah menjadi PNS juga dapat mengabdi kepada negara. Toh, PNS juga pelayan masyarakat," ujar Heru. Heru juga merasa bersyukur bisa menjadi PNS. Apalagi seluruh gaji pertamanya diberikan kepada orang tuanya. "Waktu itu saya matur kepada bapak, bahwa dengan menjadi PNS pun bisa jadi abdi bangsa dan masyarakat." Sekarang, pria kelahiran Klaten yang bertempat tinggal di Jl Puspitasari III H 2 Perum Wijaya Kusuma II Demak itu, sedang merampungkan program S2 di UNS Solo. Dia memperkirakan dapat menyelesaikan studinya pada September tahun ini. (Hasan Hamid-56) |