| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Bus Ulang Tahun Waria DiundangINUNG, seorang waria yang biasa bermarkas di kawasan Kampung Kali, Kamis (26/5) malam, berkali-kali mencium pipi lelaki yang dirangkulnya. "Cium-cium!". Teriakan dari 140 lebih karyawan dan keluarga PO Nugroho itu, berkali-kali menggema di aula Hotel Kencana Bandungan, kalau waria tersebut belum mencium lelaki yang di-kerjain-nya. Di barisan kursi depan, duduk Drs Saman Kadarisman (penjabat wali kota), didampingi Sri Hayati Kadarisman, istrinya. Tanpa sekat, aksi waria dan beberapa pria yang tak lain karyawan PO Nugroho itu, mengundang gelak tawa Saman dan istri serta seluruh pengunjung yang memadati aula itu. "Saya di sini bukan penjabat wali kota, kita saudara. Silakan berceloteh, bersorak dan tak usah sungkan," pesan Saman mengingatkan kepada karyawannya pada awal acara. Malam itu, memang manajemen PO Nugroho bersama seluruh karyawan merayakan ulang tahun ke-10, perusahaan angkutan umum dan wisata tersebut. Sebanyak 68 karyawan bersama keluarganya sejak Kamis (26/5) diangkut ke kawasan wisata Bandungan. Mereka diinapkan di kawasan berhawa dingin itu. Saman Kadarisman dalam perusahaan itu selaku pembina perusahaan. Pengelolaan sehari-hari, kini dipegang Wahyu Setyo Nugroho (Yoyok), anak pasangan Saman Kadarisman-Sri Hayati. Sebelumnya, dikelola Ny Saman, tapi seiring kesibukan di organisasi, wanita ini mempercayakan sepenuhnya kepada Yoyok Kadarisman. Di malam tersebut juga dibagikan puluhan doorprize kepada karyawan. Hadiahnya mulai dari handuk sampai lemari es. Adapula penghargaan karyawan berjasa sebanyak 2 orang, masing-masing menerima uang Rp 2 juta. Enam sopir dan mekanik teladan mendapat Rp 1 juta /orang, dan sepuluh karyawan lain masing-masing mendapat Rp 500 ribu. Sri Hayati membacakan sejarah berdirinya perusahaan otobus. Dia menceritakan, usaha transportasi ini tak lepas dari saran seorang yang bernama Ronald, warga Jl Siliwangi. Pada tahun 1995, lalu Saman Kadarisman membeli tiga bus Isuzu. Tiga bus itu diserahkan pada 23 Mei 1995, sekaligus menjadi hadiah ulang tahun kepada Sri Hayati Kadarisman, sang istri. Oleh karena itu, setiap tanggal tersebut diperingati HUT PO Nugroho sekaligus ulang tahunnya, seperti malam kemarin. Dilarang Demo Salah satu larangan keras yang diberlakukan terhadap karyawan adalah agar tidak ikut unjuk rasa di Balai Kota. "Kalau ikut demo, sama saja mendemo bapak," kata Sri. Larangan ini pernah dilanggar tahun 2002. Lima bus yang dibawa demo akhirnya dijual. Tahun demi tahun, usaha transportasi itu berkembang. Kini jumlah bus semuanya 26 buah, masing-masing 13 bus kota dan 13 bus pariwisata. Menurut Saman, perusahaannya memakai manajemen partisipasif, di mana kebijakan diambil dari saran semua pihak. "Mulai dari kernet, kondektur, sopir sampai pimpinan, yang menggelar pertemuan 3 bulan sekali."(Jamal Al Ashari-36) |