| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Ratakan Tanah di Kelurahan Peterongan
SEMARANG SELATAN- Puluhan warga dan aparat Pemkot, Jumat (27/5) kembali mengadakan gerakan Resik-resik Kutha yang diprakarsai New Exi Production, Suara Merdeka, Djarum 76, dan Pemkot. Mereka antara lain membersihkan gundukan tanah di Jl Pandean Lamper dan di Pasar Waru. Kegiatan Resik-resik Kutha di Jl Pandean Lamper, difokuskan pada perataan jalan di sekitar SMK Pangudi Luhur Tarcisius. Gundukan tanah yang ditumbuhi rumput dan alang-alang di sebelah utara sekolah itu, kemudian dikeruk menggunakan begu milik DPU. Gundukan tanah dibawah pos Hansip yang tidak bisa dijangkau begu, dicangkuli oleh warga. Beberapa warga lainnya membabat rumput liar yang tumbuh di pinggir jalan Pandean Lamper. Bahkan, Lurah Peterongan, Andreas Dwi AM beserta stafnya juga tampak membersihkan saluran air menggunakan cangkul dan gerobak dorong untuk mengangkut. Kegiatan serupa juga terlihat di depan PT Djarum warga menggunakan sabit dan cangkul untuk membersihkan rumput, sampah serta tanah yang membuat dangkal aliran got. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan di tepi jalan. Beberapa saat kemudian truk sampah milik Dinas Kebersihan datang mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir. Kepada Suara Merdeka, Andreas mengatakan bahwa warganya yang hari itu tidak bekerja, mengikuti gerakan kebersihan. Sementara untuk hari Minggu, seluruh warga dari tiap RW yang mendapat giliran resik-resik pasti ikut ambil bagian. Delapan RW di Kelurahan Peterongan dibagi tiap Minggunya untuk membersihkan daerah sekitarnya."Sejak dilaksanakannya program Resik-resik Kutha, warga menjadi lebih rajin membersihkan wilayahnya," kata dia. Gotong Royong Sementara itu, PKL Citarum dan Dinas Pasar juga melakukan Resik-resik Kutha di Pasar Waru. Kegiatan itu sekaligus merupakan bagian dari upaya mereka mempersiapkan lahan relokasi. Sekitar pukul 08.00, terlihat PKL berdatangan ke los paling selatan. Dengan peralatan sederhana yang mereka bawa seperti sabit, cangkul, dan engkrak, belasan pedagang barang bekas itu mulai membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di atas paving. Setelah dikeruk, tanah, rumput, dan sampah yang terkumpul kemudian dinaikkan ke dump truck kebersihan yang dikelola Kecamatan Semarang Timur. "Ini bagian dari ibadah, yang memberi ganjaran nanti Yang Maha Kuasa," ujar salah seorang di antara mereka. Gerakan masyarakat itu, kemarin juga mendapat dukungan dari Dinas Pasar Kota Semarang. Instansi itu juga mengerahkan belasan karyawan. Sebagian di antara mereka juga melakukan pengukuran di taman, antara los paling selatan dan los tengah. "Taman itu nantinya akan digunakan sebagai tempat dasaran, bagi PKL Citarum yang tak tertampung di los," kata Kepala Dinas Pasar Tommy Yarmawan Said. Dia juga memberikan informasi bahwa Dinas Pasar telah mengusulkan pada PLN untuk memasang aliran listrik sebesar 15.000 watt untuk 3 los. Masing-masing los, nantinya mendapatkan 5.000 watt. Pada saat apel, Tommy meminta para pedagang ikut menjaga agar Pasar Waru tidak semrawut. Kesemerawutan, menurutnya akan membuat pembeli enggan datang. Hal itulah yang membuat pamor beberapa pasar besar, belakangan ini makin meredup."Saya yakin, nantinya Pasar Waru akan berkembang," kata dia. (sjs,G6-36) |