| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Mengenal Sejarah Semarang lewat Foto KunoSEMARANG- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan dan Dies Natalis ke-40, Fakultas Sastra Undip mengadakan pameran pendidikan dan bazar yang dilaksanakan Kamis-Sabtu (26-28/5). Pameran diselenggarakan di Auditorium Undip, Jalan Imam Bardjo SH itu juga memamerkan profil Fakultas Sastra Undip masa kini, dokumen Badan Arsip Daerah Propinsi Jawa Tengah, stan beberapa perguruan tinggi, stan kerajinan hingga motor. Ada salah satu stan yang menampilkan arsip foto-foto dan film produk masa lalu yang sedikit banyak bercerita tentang sejarah masa lalu. Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa tengah pada pameran ini stannya terlihat paling banyak dikunjungi para pengunjung yang sebagian besar mahasiswa. Koleksi arsip berupa foto dan film ini merupakan peristiwa yang terjadi pada kurun waktu tahun 1874 sampai 1941. Foto sebanyak 38 lembar yang dipampang merupakan khazanah Badan Arsip Daerah Propinsi Jawa Tengah dan arsip foto Bappeda Kota Semarang. Ada sebagian foto yang diambil dari koleksi pribadi Titi Mulyanti SH. "Kami sangat mendukung acara pameran ini karena kegiatan ini merupakan salah satu bentuk memasyarakatkan arsip foto yang kami punyai," ujar Kepala Badan Arsip Daerah Propinsi Jawa Tengah Dra Roosiana Sahli. Ciri Khas Ada beberapa foto yang menarik disimak, salah satunya foto Gubernur Jenderal AWF. Indenburgh ketika mengunjungi sebuah stand pameran di Pasar Malam Kolonial Tatoonstelling. Foto yang dibuat tahun 1914 ini masih terlihat bagus tampilan fisiknya. Dugderan yang menjadi ciri khas Kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan puasa juga menarik beberapa pengunjung. Foto yang menampilkan suasana dugder ini merupakan gambaran pasar malam tradisional yang dirayakan oleh masyarakat Semarang. Beberapa hari menjelang datangnya bulan Ramadhan, di komplek Alun-alun dekat Masjid Besar Semarang digelar acara dugder. Acara yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1881 oleh Kanjeng Bupati semarang, RMTA Purboningrat ini mempunyai ciri khas dengan mainan "warak ngendog". Warak ini sebuah mainan berbentuk hewan rekaan berbadan kuda berkepala menyerupai naga dan kulitnya dibuat dari kertas warna-warni. Foto yang diambil tahun 1948 ini merupakan koleksi dari Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah. Rita, salah seorang pengunjung mengatakan pameran foto ini sangat berharga dan penting, terutama untuk generasi muda. "Sayang, panitia kurang mempublikasikan acara ini, sehingga banyak teman saya yang tidak tau," ujarnya. (fzm,sjs-36) |