| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Sepak Terjang Tim Kampanye Cawali (3)Dua Regu Bergerak Sukseskan SoendorowantoBEGITU nomor undi urutan pasangan calon yang akan bersaing pada pilkada diumumkan, wajah beberapa kader pasangan Soendoro-R Yuwanto (Soendorowanto) berbunga-bunga. Pasangan ini mendapat nomor 3 dari empat pasang calon yang bersaing. Ketua Tim Relawan Soendoro-R Yuwanto, Aufa Abdallah berujar, nomor ini pas sekali. Alasannya calon pemilih akan mudah mengingat-ingat nomor tiga. Setiap orang mengerjakan sesuatu selalu pada urutan atau langkah ketiga. Dia mencontohkan dalam pemilihan langsung pasangan calon nanti. ''Satu dibuka, dua dilihat, tiga dicoblos dan empat dilipat. Urutannya kan seperti itu,'' kata dia. Setelah dicermati, ternyata kalimat ''satu dibuka dan seterusnya itu'', bisa menjadi kalimat yang manjur untuk berkampanye. Calon pemilih boleh membuka, melihat, dan melipat surat suara, tapi yang dicoblos nomor tiga. ''Kira-kira itu maksudnya,'' kata dia. Terlepas dari adanya ''cara mudah'' berkampanye, sejauh ini pasangan Soendoro-R Yuwanto memang terkesan adem ayem mempersiapkan pilkada. Menurut Aufa, itu sebenarnya bagian dari strategi. ''Strategi sudah disiapkan. Kami nanti juga akan all out, cuma menunggu tanggal main,'' ungkap dia, kemarin. Pilkada yang memiliki aturan main, maka pasangan ini juga harus mengikuti aturan main itu. Pasangan ini memiliki enam strategi untuk mengegolkan calon. Strategi itu dinamai 6 M. Yakni Menang Strategi, Menang Taktik, Menang Administrasi, Menang Kampanye, Menang Suara dan Menang Aturan dan Kedamaian. ''Enam itu jangan dilihat secara tekstual, tapi makna filosofisnya,'' ucapnya. Untuk memenangkan pilkada Kota Semarang, pasangan Soendoro-R Yuwanto didukung dua tim sukses. Yakni tim kampanye dari unsur PDI-P yang bermarkas di kompleks kantor DPD PDI-P Jateng dan tim relawan dengan markas di kompleks Kantor Kadin Jateng, Jalan Imam Bonjol 156. Soendoro yang juga Ketua Kadin Jateng ini mengklaim, sekitar 80 persen pengusaha di Kota Semarang mendukung. Mengenai kesiapan Tim Relawan, saat ini sudah berkekuatan 4.025 orang di semua tingkatan. Mulai dari kota sampai tempat pemungutan suara. Dalam susunan tim kampanye resmi, tim relawan ini tidak masuk. ''Kami hanya mem-backup tim kampanye yang dibentuk PDI-P,'' tandasnya. Koordinasi dengan tim kampanye dari PDI-P selama ini terus berlanjut. ''Ada aliansi taktik dan strategi di antara kami,'' kata dia. Soal logistik, tim relawan juga sudah mempersiapkan. Sejumlah pengusaha, mendukung penyediaan logistik, seperti kaus dan alat peraga lain. Meski begitu di kalangan kader PDI-P terkesan saling menunggu untuk melangkah. Ketua Tim Kampanye H Sriyono Ssos mengakui ada kecenderungan saling menunggu. Sriyono berjanji akan merapatkan barisan untuk mengusung pasangan calon Soendoro-R Yuwanto. Ketua DPC PDI-P Kota Semarang itu berjanji akan memanggil seluruh anggota tim kampanye, pasangan calon, dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Ranting. Apapun yang terjadi, PDI-P berjanji all out mendukung pencalonan Soendoro-Yuwanto. Kabar santer yang meminta DPC PDI-P mempertimbangkan kembali dukungan terhadap Soendoro-Yuwanto pun ditepis Sriyono. ''Tidak mungkin PDI-P menarik dukungan. Masak sudah dicalonkan, tapi tidak didukung?'' ujarnya setengah bertanya. Soendoro sendiri mengaku punya cara untuk menggalang dukungan. Bagi Ketua Kadin Jateng itu, dukungan tidak melulu berasal dari partai. Soendoro juga membagi klasifikasi pemilih yang kemungkinan bakal mendukung dirinya. Dia menegaskan, pemilih wali kota tidak lagi melihat siapa yang mengusung calon itu. Pemilih akar rumput, sudah mulai pandai menilai calon pemimpinnya. ''Debat publik lebih baik daripada memberi janji-janji. Pemilih bisa menilai seperti apa kandidat pemimpin mereka. Tapi debat publik pun harus proporsional.(Jamal Al Ashari, Ninik D-33) |