| Sabtu, 28 Mei 2005 | SEMARANG |
Disayangkan, Keterlambatan Beasiswa PemkotSEMARANG-Forum Komunikasi Penerima Beasiswa berharap Dinas Pendidikan Kota Semarang segera memberikan beasiswa Pemkot 2004/2005 yang tertunda. Koordinator forum Edi Purwanto mengungkapkan hal itu, kemarin. Dia menyayangkan kebijakan Pemkot yang menunda pencairan hak siswa itu, menjelang akhir tahun pelajaran dan pelaksanaan ujian semester. Dikhawatirkan penundaan itu dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian. ''Penerima beasiswa Pemkot merupakan warga Kota Semarang yang secara ekonomi tidak mampu. Padahal bila pencairannya tertunda, mereka kesulitan membayar uang sekolah. Akibatnya sekolah juga mengalami kesulitan dana untuk pelaksanaan evaluasi akhir tahun,'' ungkap Sekretaris Paguyuban Kepala Sekolah Swasta (PKSS) SMP Kota Semarang itu. Sebelumnya diberitakan Suara Merdeka kemarin, sejumlah kepala sekolah SMP swasta resah akibat penundaan beasiswa pemkot dan gubernur yang diperuntukkan selama Januari- Juni 2005. Forum komunikasi penerima beasiswa yang beranggotakan kepala sekolah SMP swasta dan orang tua murid itu menilai pengecekan ulang data-data siswa yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Semarang sebenarnya baik, tapi saat ini siswa sangat membutuhkan dana itu. Edi berharap, program pemberian beasiswa kepada murid SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di Kota Semarang tetap dilanjutkan dan meminta besarnya ditambah. Selain itu, pencairan dana tidak lagi setiap enam bulan, tapi tiga bulan sekali. Sebab dana itu sangat dibutuhkan siswa tidak mampu. ''Di sekolah kami dari 307 siswa, sebanyak 237 orang di antaranya warga Kota Semarang dari golongan ekonomi kurang mampu. Beasiswa sebesar Rp 25.000 per bulan itu digunakan seluruhnya untuk membayar uang sekolah. Kalau tertunda sampai enam bulan, otomatis sekolah pun mengalami persoalan,'' tutur Kepala Sekolah SMP Nurul Ulum Karangroto Kecamatan Genuk itu. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM mengungkapkan, beasiswa gubernur dan beasiswa dari Dinas P dan K Jateng 2004/2005 telah diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota se-Jateng. Besar beasiswa masing-masing untuk tingkat SD Rp 20.000, SMP 25.000, dan SMA Rp 30.000 per siswa setiap bulan. ''Beasiswa Dinas P dan K telah diserahkan pada saat Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu. Sebaliknya, beasiswa gubernur diserahkan awal Maret lalu. Kalau hingga sekarang belum sampai pada siswa yang bersangkutan, bisa jadi pemerintah kota/kabupaten masih melakukan pendataan agar tidak terjadi kekeliruan,'' ujar dia di Kantor Dinas P dan K Jl Pemuda. (H7,G17-33) |