logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 EKONOMI
Line

BEI Naikkan Bunga Obligasi

JAKARTA- Meningkatnya tren suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan belum kondusifnya pasar obligasi memaksa Bank Ekspor Indonesia (BEI) menaikkan bunga obligasi kedua sebesar Rp 500 miliar sebesar 1,375 hingga 1,875%.

Semula bunga obligasi yang ditawarkan dalam due diligence meeting terendah 7,625% dan tertinggi 11,125%. Namun setelah proses penawaran awal (bookbuilding) selesai, investor minta bunga yang lebih tinggi.

"Melihat kondisi pasar dan tren suku bunga, kita putuskan untuk menaikkan bunga obligasi terendah 9,5 persen dan tertinggi 12,5 persen," kata Dirut BEI Arifin Indra Sulistyanto di kantornya, Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin.

Menurut Arifin, perseroan memilih menaikkan suku bunga karena kondisinya memang seperti itu. Namun kenaikan bunga tersebut dinilai masih logis. "Karena kalau dipaksakan seperti yang kita mau, bisa-bisa obligasinya tertunda seperti banyak bank lain," ujarnya.

Bunga obligasi BEI yang kedua ini, menurut Arifin, masih lebih rendah dibandingkan obligasi pertama sebesar Rp 300 miliar dengan bunga 13%.

Tidak kondusifnya pasar modal juga membuat jadwal BEI molor sekitar 2-3 minggu dari rencana awal. Perseroan berharap bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam pada 13-15 Juni 2005, dan selanjutnya dilakukan pencatatan di Bursa Efek Surabaya (BES).

Obligasi kedua BEI mendapat peringkat triple B plus (BBB+) dari Pefindo. Terdiri atas empat seri dan berjangka waktu antara 370 hari hingga 5 tahun. Penjamin emisi adalah PT Mandiri Sekuritas dan wali amanat PT Bank Mega Tbk. (dtc-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA