logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Mei 2005 EKONOMI
Line

Investor Asing Aktif, IHSG Terangkat

SEMARANG- Penutupan seluruh misi diplomatik Amerika Serikat sejak Kamis (26/5), ternyata tidak berpengaruh negatif terhadap bursa saham.

Transaksi di Bursa Efek Jakarta (BEJ) bahkan ditutup dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) sekitar 7,134 poin atau 0,67 persen.

Posisi indeks pada penutupan pekan ini adalah 1061,495 dengan seluruh nilai transaksi Rp 1,03 triliun. Kondisi itu diperkuat dengan tetap aktifnya investor asing dalam perdagangan saham. Hingga saat ini, jumlah investor asing yang masuk hampir mendominasi sekitar 40%.

''Perdagangan saat ini lebih dipengaruhi oleh kondisi bursa regional seperti Nikkei, dan nilai rupiah yang bertahan di level Rp 9.475. Akan tetapi, pelaku pasar memang tetap berhati-hati, terbukti dari minimnya volume transaksi yang rata-rata sepekan hanya sekitar Rp 800 miliar. Padahal, sebelumnya lebih dari Rp 1 triliun,'' ujar M Zamroni Sp SE, praktisi saham dari AAA Sekuritas Semarang, kemarin.

Sebelumnya, rencana penutupan Kedubes AS dan sejumlah kantor konsulatnya memang sempat dikhawatirkan banyak pelaku pasar. Namun dalam kenyataannya, banyak pelaku pasar optimistis tidak akan ada dampak berarti dari kekhawatiran AS terhadap ancaman bom dan isu pemboman tersebut. Mereka tetap optimistis pemerintah mampu melakukan antisipasi untuk menjaga keamanan tetap stabil.

Sejumlah sentimen yang selama sepekan ini memiliki andil sentimen yang besar adalah kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 7,95% dan harga minyak mentah dunia pada level 49,65 dolar AS per barel. Dua hal itu selama ini memang menjadi sentimen negatif, selain perubahan nilai tukar rupiah yang kemabli tertekan ke level Rp 9.500 per dolar AS.

''Namun, adanya pembagian deviden (laba perusahaan-red) dari sejumlah perusahaan emiten mampu menjadi pengaruh positif sehingga IHSG tidak tertekan di level yang lebih rendah,'' jelas dia.

Dengan kondisi semacam itu, pihaknya memperkirakan perdagangan pekan depan akan tetap berpotensi membaik.

IHSG dipastikan akan terus menguat terutama karena andil saham-saham sektor perbankan yang masuk dalam saham papan atas (blue chip). Pada kondisi tersebut, investor seharusnya mulai merealisasikan keuntungan.

Empat saham unggulan yang mengalami kenaikan indeks cukup tinggi pekan ini adalah Astra Interansional yang mencatat harga Rp 270 per saham, Bank Central Asia (BCA) Rp 80, dan Adhi Karya Rp 19,56. Saham telekomunikasi Telkom mencatat indeks Rp 151 per lembar saham. (H12-59 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA