logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 PANTURA
Line

Dinas Pertanian Akan Gropyok Tikus

BATANG - Dinas Pertanian akan membasmi hama tikus dengan cara gropyokan di empat kecamatan, yaitu Tulis, Gringsing, Subah, dan Tersono.

''Agar serangan tikus tidak mengganas, mulai minggu ini kami akan melakukan gropyokan massal. Berkaitan dengan hal itu, Dinas Pertanian telah membagikan belerang kepada para petani. Kami juga meminjami kompor gas,'' ujar Kepala Dinas Pertanian Ir Sakuwi.

Berdasar penjelasannya, sawah yang paling luas diserang hama tikus pada umumnya terletak di sebelah utara dan selatan jalur kereta api. Sebab, banyak tempat di bawah bantalan rel yang menjadi sarang tikus. Biasanya hewan pengerat itu muncul dalam jumlah ratusan, terutama ketika menyerang tanaman padi.

Relatif Kecil

"Karena petani tidak mungkin membongkar rel, cara lain yang ditempuh adalah pengasapan dengan kompor,'' papar Sakuwi.

Menurut dia, hama tikus yang menyerang sawah masih relatif kecil. Dari data yang terkumpul hingga akhir April diketahui, dari 8.036 hektare lahan persawahan, hanya 149 hektare yang diserang tikus.

Meski demikian, pembasmian tikus akan tetap dilaksanakan. Apalagi sawah sudah dipanen sehingga pembasmian itu tidak akan merusak tanaman.

''Kalau habis panen, sarang tikus gampang dicari. Jika sudah ditemukan, belerang dan jerami dibakar di lubang sarang tikus tersebut. Agar efektif, asap beracun hasil pembakaran itu dimasukkan ke dalam lubang dengan alat emposan. Dengan cara ini, tikus akan mati di dalam sarang. Namun jika tikus tetap hidup dan keluar dari sarang, para petani langsung mengejar dan menggropyok tikus-tikus itu,'' tandasnya.(ar-52m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA