logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 PANTURA
Line

Daratan di Kali Sambong Mulai Diukur

  • Terkait Permintaan Penyudetan

BATANG - Permintaan warga Kelurahan Karangasem Selatan, Kecamatan Batang agar daratan yang menjorok di Kali Sambong disudet mendapat tanggapan serius Pemkab. Bahkan, Gubernur H Mardiyanto telah menugasi staf ahli untuk meninjau lokasi tersebut.

Sementara itu, Bagian Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai (BPBPP) Pemali-Comal sudah mengukur di lokasi untuk perencanaan penyudetan

''Kami sudah meninjau lokasi yang akan disudet. Saat itu juga dihadiri staf Gubernur,'' ujar Kepala BPBPP Pemali-Comal Ir Asep Suharto, kemarin.

Menurut keterangan dia, pengukuran itu untuk menentukan berapa luas yang akan disudet serta mengetahui sejauh mana pengaruh alur Kali Sambong.

Kepala DPU Ir H Soeharyono MT melalui Kasi Perencanaan Teknis Subbid Pelestarian Air Riswandi mengemukakan, warga mengusulkan agar daratan yang menjorok di kali yang masuk wilayah Kelurahan Karangasem Selatan itu dikeruk karena setiap tahun terus bertambah. Kondisi itu membuat warga di Kampung Pejintenan cemas. Sebab, setiap musim hujan, arus air yang datang dari selatan menghantam tebing.

Padahal, di atas tebing itu merupakan permukiman penduduk. ''Warga melalui Kades kemudian mengirimkan surat permintaan ke DPU untuk penyudetan.''

Kepala Kantor Kelurahan Karangasem Selatan Bambang PM mengungkapkan, lokasi daratan yang menjorok itu masuk wilayah Desa Klidang Wetan. Namun apabila musim banjir tiba, yang merasakan dampaknya adalah warga.

Karena arus air yang deras itu, setelah memutar kemudian membuat pusaran dan menerjang tebing, tepatnya di belakang SMPN 5 terus ke utara mengikis daratan Kampung Pejintenan.

''Itu terjadi karena arus yang datang dari selatan berbelok ke barat kemudian berbelok lagi ke utara. Sekarang ini, adanya daratan yang menjorok mengakibatkan alur Kali Sambong membentuk seperti huruf U,'' papar Bambang.

Ketua Komisi D, Iman Teguh Raharjo SIP, yang dihubungi dalam perjalanan studi banding bersama anggota DPRD ke Provinsi Banten menekankan, sudah selayaknya alur Kali Sambong dinormalisasi. Sebab, kondisinya sekarang sudah banyak yang berubah.

Seperti adanya daratan yang menjorok yang setiap tahun terus bertambah. Sementara itu di tempat lain, justru terjadi erosi karena gerusan air khususnya saat terjadi banjir. ''Kami sudah meninjau di lapangan. Alur Kali Sambong sudah saatnya dinormalisasi. Di beberapa tempat perlu penanganan khusus, seperti pemasangan beronjong. Ada pula yang mendesak untuk segera ditangani, yaitu penyudetan,'' ujar Teguh.

Seperti diberitakan, daratan yang menjorok di Kali Sambong menjadi ancaman warga Kampung Pajintenan yang berdiam di barat kali. Pada 2002, sembilan rumah warga harus direlokasi karena tebingnya longsor terkikis erosi.(ar-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA