logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 PANTURA
Line

Beberapa Gadis Jadi Korban Dukun Cabul

PEMALANG - Setelah Polisi mengungkap praktik dukun pengganda uang yang "menyuburi" 15 janda di Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Pemalang pada Maret lalu, kini ada lagi dukun cabul yang "menyuburi" beberapa perawan di Dukuh Gantungan Desa Gunungjaya Kecamatan Belik.

Kasus itu kini sudah ditangani Satreskrim Polres. Kemarin beberapa korban sudah dimintai keterangan di ruang unit penanganan kejahatan anak dan perempuan. Tersangka sudah dikurung dalam sel, namun belum dapat diwawancarai.

Kapolres AKBP Drs Koeshartono lewat Kasat Reskrim AKP Suwandi menjelaskan, pelaku kejahatan adalah Daryono (38), warga Desa Gunungjaya. Tersangka dikenal sebagai dukun yang dapat memberikan beberapa ilmu, di antaranya para korban diberi janji-janji akan mudah mendapatkan jodoh dan keberhasilan lainnya. Namun ada juga korban yang diancam.

"Tersangka dikenal sebagai dukun sembur wuwur. Korbannya ada yang gadis, ada yang sudah bersuami," kata Kasat Reskrim, kemarin.

Banyak Tamu

Menurut penuturan beberapa korban, tersangka di desanya dikenal sebagai orang pintar. Banyak tamu berdatangan ke rumahnya minta doa-doa dan kekuatan tertentu.

"Saya mengenal tersangka sejak kecil dan masih ada hubungan saudara, sedangkan kasus saya terjadi Desember 2004," kata salah seorang korban yang minta tak disebutkan jati dirinya.

Menurut penuturan dia, pada saat itu tersangka datang ke rumah korban. Korban dijanjikan akan diberi ilmu agar mudah mendapatkan jodoh, juga diberi jimat warna biru yang katanya pelindung gangguan roh jahat.

Agar semua ilmu itu bisa masuk ke dalam tubuh korban, syaratnya adalah berhubungan intim. Korban kemudian mau diajak ke sebuah sungai di desa setempat.

Di tengah sungai di atas sebuah batu besar itulah dia "disuburi" oleh dukun tersebut. Dia mengaku mau diperlakukan seperti itu oleh tersangka karena diancam, jika tidak mau, salah satu keluarganya bisa meninggal.

Karena takut dengan ancaman tersebut akhirnya korban mau diajak melakukan perbuatan yang sangat merugikan dirinya itu. Hal itu ternyata terjadi berulang-ulang dan korban tidak menceritakannya kepada orang tuanya. Dia baru melaporkan perbuatan tersangka, Rabu lalu (25/5).

Hal senada juga diungkapkan korban lainnya. Dia didatangi tersangka ketika masih bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta. Pada saat itu tersangka sempat pinjam uang Rp 500.000 yang katanya untuk melunasi sepeda motor. Korban juga diperlakukan sama.

Menurut penuturan para korban, setiap kali berhasil melaksanakan niat jahatnya, tersangka selalu bercerita. Bahkan tersangka sesumbar telah memberikan ilmu gaib kepada banyak orang. (sf-19n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA