| Jumat, 27 Mei 2005 | PANTURA |
Tagih Janji BupatiSERUAN Gubernur Mardiyanto untuk mengenakan seragam batik bagi PNS di lingkungan Pemprov pada April lalu telah memberi teladan bagi pemerintah kabupaten untuk menempuh langkah serupa. Sebelumnya, 2003 lalu kebijakan itu telah didahului Pemkab Batang dan Pemkab Banyumas yang mewajibkan PNS mengenakan seragam batik setiap Sabtu. Seperti daerah lain, wacana pemakaian seragam batik juga muncul di Brebes. Pada kegiatan keliling Kantor Informasi dan Kehumasan (KIK) Brebes bersama jajaran wartawan pada Mei 2004 lalu, Bupati Indra Kusuma berjanji akan menginstruksikan pemakaian seragam batik di lingkungan Pemkab setiap Jumat. Namun, hingga kini sudah lewat setahun tekad itu tidak kunjung terlaksana. "Kami perajin batik dari Salem menunggu janji Bapak Bupati," ujar salah seorang perajin batik tulis dari Desa Bentar, Kecamatan Salem, Ny Ratminah (65). Batik yang dikenakan adalah batik tulis dari Salem yang merupakan produk kerajinan asli Brebes. Menurut rencana, jumlah PNS yang mengenakan seragam batik adalah 12.680 orang. Dia mengungkapkan, salah satu hambatan pengembangan batik Salem adalah promosi. Selama ini, produk itu kurang dikenal masyarakat luas dan jangkauan pemasarannya pun terbatas di daerah sekitar, seperti Banjarharjo dan Ketanggungan. Hanya sebagian kecil yang dibawa pedagang ke luar kota. Mendongkrak Ide Bupati Indra yang mewajibkan pemakaian seragam batik merupakan terobosan untuk mendongkrak nama batik dari Salem. Selain itu, citranya yang dikenal bermutu bagus juga ikut terangkat sejajar dengan merek-merek batik lain. "Karena itu, kami sangat senang begitu mendengar Bapak Bupati akan mewajibkan pemakaian seragam batik dari Salem untuk PNS di lingkungan Pemkab," katanya. Menurut penilaian cucu perintis batik dari Salem itu, kepedulian Pemkab terhadap kerajinannya sebenarnya sudah relatif bagus. Dalam beberapa kesempatan mengunjungi Salem, Bupati selalu memborong produk tersebut. Akan tetapi, dia merasa selama ini kerajinannya masih dinomorduakan. Terbukti, dalam salah satu media pengenalan Kabupaten Brebes, yaitu situs resmi Pemkab, produk batik dari Salem tidak dimasukkan ke dalam salah satu produk khas Brebes. "Masak, produk kerajinan Brebes hanya bawang merah dan telur asin," ujarnya. Meski demikian, dia merasa cukup terhibur. Dalam pameran produk kerajinan daerah yang digelar di TMII Jakarta minggu ini, batik dari Salem ikut diboyong bersama produk-produk kerajinan dari Brebes lainnya. (Suwandono-19j) |