logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Rafa Samai Rekor Mourinho

ISTANBUL - Kemenangan Liverpool atas AC Milan membuat pelatih asal Spanyol, Rafael "Rafa" Benitez, menyamai rekor Jose Mourinho yang merebut Piala UEFA dan Liga Champions dalam dua musim berurutan. Akan menjadi kisah sukses yang menakjubkan jika Rafa bisa mengalahkan taktik Mourinho dan membawa The Reds menjadi penantang utama tahta Divisi Utama Liga Inggris musim 2005-2006.

Liverpool tertinggal 0-3 oleh gol Paolo Maldini pada menit pertama dan dua gol Hernan Crespo di menit ke-39, serta 44. Namun si "Merah" mampu menyamakan kedudukan lewat Steven Gerrard pada menit ke-54, Vladimir Smicer (56) dan Xabi Alonso (60).

Sampai 90 menit habis plus perpanjangan waktu tuntas, skor tetap 3-3. Dalam adu penalti, Milan menyerah 2-3. Tiga penembak penalti klub Italia ini, Serginho, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko gagal. Cuma Jon Dahl Tomasson dan Kaka yang sukses.

Di kubu Liverpool, hanya John Arne Riise yang gagal. Sementara Dietmar Hamann, Djibril Cissse dan Vladimir Smicer menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Selepas memenangi gelar kelima di kompetisi elite Eropa itu, tugas Rafa berikutnya adalah memecahkan kebuntuan di Liga Primer. Sejak kali terakhir juara liga pada 1990, The Reds belum pernah berjaya lagi.

"Kami tahu, kami harus mengubah sesuatu. Namun hari ini saatnya menikmati kemenangan," kata Rafa.

Banyak hal yang harus dirayakannya. Kemenangan atas Milan itu mengangkat Rafa sejajar dengan Bob Paisley dan Joe Fagan, dua pelatih yang pernah mempersembahkan trofi Champions untuk Liverpool.

Sebelumnya, hanya Paisley dan Mourinho yang pernah merebut Piala UEFA dan Champions dua tahun berturut-turut. Mourinho mencapainya bersama Porto pada 2003 dan 2004. Rafa merebut Piala UEFA 2004 bersama Valencia sebelum pindah ke Inggris.

Tanda Tangan Gerrard

Kapten Liverpool Steven Gerrard hampir pasti menandatangani perpanjangan kontrak ketika dia berbicara beberapa menit setelah mengangkat trofi Liga Champions dan meraih penghargaan pemain terbaik (man of the match).

"Bagaimana mungkin saya hengkang setelah malam seperti ini," ungkap Gerrard.

Rafa juga menghadapi situasi sulit berkaitan dengan tiga pemain yang bisa tampil efektif pada Liga Champions, tapi tak konsisten sepanjang Liga Primer musim 2004-2005. Gelandang Jerman Dietmar Hamman dan pemain depan Republik Ceko Vladimir Smicer, keduanya bangkit dari bangku cadangan dan bermain luar biasa melawan Milan, dikabarkan masuk dalam daftar pemain yang dijual. Begitu pula dengan kiper Jerzy Dudek.

Bekas manajer Valencia ini harus merekrut sejumlah pemain baru, terutama legiun asing yang bisa bermain baik pada Liga Primer yang bertempo cepat. Rafa mengaku sudah punya daftar pemain-pemain baru yang akan dibawa ke Anfield.

"Liverpool adalah klub besar dan hebat. Sekarang kamilah juara Liga Champions. Klub ini menjadi tempat yang menarik bagi para pemain," ujar Rafa. "Sejarah klub ini sangat hebat dan sekarang menjadi lebih hebat."

Bagi Rafa, yang terkenal pendiam dan metodologis, pernyataan seperti itu membuatnya terdengar seperti Mourinho. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA